Sejujurnya males banget mempelajari ini. Tapi kayanya butuh. Untuk
masa depan kali ya. Hehe... *Bisa jadi.
Berawal dari obrolan bersama brother yang beberapa waktu
belakangan ini bicaranya menyalahkan secara general kaum wanita.
“Emang yah, yang namanya perempuan itu selalu maunya
dipahami.”
“Emang yah, perempuan itu selalu benar.”
“Yaelah... Ribet banget si jadi perempuan...”
Kurang lebih begitu kata-katanya.
Agak risih sih dengernya. Jadi kepo sama perempuan itu
sendiri. Dan ingin tahu lebih lanjut juga tentang laki-laki.
Yang ternyata Allah pun ACC niatku.
Allah hadirkan buku Men Are From Mars Women Are From
Venus.
Isinya super lengkap membedah karakteristik pemikiran
laki-laki dan perempuan.
***
Lucu banget, ternyata laki-laki dan perempuan itu punya
caranya sendiri dalam menyelesaikan masalah.
Laki-laki itu seperti karet gelang. Tiba-tiba mendekat dan
penuh cinta, tiba-tiba menghilang entah kemana dan kenapa. Ternyata ia perlu
masuk GOA dan menyendiri di dalam GOA-nya untuk bisa mendinginkan kepalanya,
menenangkan hatinya, serta mengatasi masalah-masalahnya. Sedangkan perempuan itu
seperti gelombang. Bisa tiba-tiba senang lalu tiba-tiba mendadak sedih. Ternyata
ia perlu masuk ke dalam SUMUR hingga ke DASAR-nya, agar memiliki semangat yang
baru lagi dan penuh cinta.
Laki-laki perlu diam dalam berpikir, perempuan perlu berbicara
untuk menyelesaikan masalahnya.
Ini kocak ya, kalau lagi sama-sama punya masalah dan keduanya
tidak paham mengenai tipikal kedua makhluk ini, maka masalah akan semakin
membengkak. Bahaya.
Yaiyalah. Secara saat ada masalah, laki-laki butuh hening
dalam berpikir untuk bisa menyelesaikan masalahnya. Eh di lain sisi perempuannya
malah bicara terus untuk menyelesaikan masalahnya.
Jadi? Bisa meledak deh keduanya.
Wah... Perlunya belajar dan terus belajar yah berarti. Agar
lebih paham, lebih mengerti dan bisa mencari solusi.
Sama-sama belajar loh yah perempuan dan laki-laki.
Perempuan harus belajar memahami laki-laki untuk tidak
banyak bicara saat laki-laki butuh masuk ke dalam GOA-nya. Dan laki-laki
harus belajar mendengarkan dan memberikan perhatian lebih saat
perempuan mulai masuk ke dalam SUMUR-nya.
Pembelajaran ini harus berlangsung terus menerus.
Lumayan loh, bagiku belajar ini jadi lebih bisa memahami
karakteristik dua laki-laki di rumah.
Efeknya, nyata banget.
Secara aku suka banget curhat sama bapak. Kadang gak kenal
waktu. Cerita terus. Dan suatu ketika, saat aku cerita tapi bapak lagi capek,
aku jadi paham. Serta berusaha mengerti keadaannya. Bahkan menerima saat di
omelin mendadak. Hehe...
“Its okay. Bapak lagi capek.” Gumamku dalam hati.
Aku diam, aku masuk kamar dan aku baca buku, tilawah atau
melakukan kegiatan apapun sesukaku.
*pelajaran juga nih untuk kaum perempuan: harus punya zona me
time untuk membahagiakan diri. Warningnya: jangan lupa mengingat Dia dalam
kondisi apapun. (ini ga ada di buku itu ya. Ada di kamusku aja. Yang bersumber
dari Alqur’an dan Hadits. #senyum)
***
Entahlah, karena laki-laki juga gak tau kapan dia bisa keluar
dari GOA. Alias waktunya tidak bisa di tentukan.
Tiba-tiba beberapa saat
kemudian bapak memanggilku,
“Rin, sini deh...”
Finally, kita cerita-cerita penuh cinta.
Alhamdulillah yah... ^_^
***
Pelajaran banget,
Kalau dulu mungkin langsung ngambek, masuk kamar dan nangis.
Lalu berpikir,
"Ih kok bapak ga mau dengerin anaknya cerita sih...."
"Bapak gak perhatian banget sama anaknya."
"Nyebelin deh... Hiks..."
ZzzZzzz....
Tapi setelah tau, laki-laki butuh GOA.
Jadi gak gitu-gitu amat.
Biasa ajalah yah.
Ternyata setelah si laki-laki masuk ke GOA, lalu sesudahnya beneran dia berperilaku penuh cinta.
Eheum.... ^^
Jadi biarkanlah dia masuk ke GOAnya.
Nanti juga keluar sendiri.
Syukur keluarnya ngajak jalan-jalan.
*Halah. Itu mah maunya akuh.
Tapi gapapalah yah...
Jadi,
"Kapan kita kemana ya pak?"
^___^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar