Rabu, 09 Maret 2016

Kehilangan dan Hadiah Terbaik DariNya

"Yang kutakutkan kepada-Mu, tentang amal ibadahku terkotorkan 
oleh jiwa yang lemah tiada berdaya
Yang kukhawatirkan diri ini, tiada mampu memilahkan bara kesucian dan misi syaitani.." 
-SAF-


Hilang.
Lenyap sudah keikhlasan diri ini jika kita tidak meniatkan segala hal untukNya.
Dia-lah sang Maha Tinggi, Dia-lah sang Maha Agung, Dia-lah sang Maha Segalanya.
Tak pantas sedikitpun terlintas dalam diri kita rasa tinggi hati.
Karena Dia-lah sang Maha Tinggi.
Maha Memiliki segalanya.

Fahamilah...
Sejatinya SEMUA yang ada didunia ini adalah milikNya.
SEMUA berada dalam kehendakNya.
dan SEMUA akan kembali padaNya.


***
Pernah kehilangan sesuatu?
Sedihkah saat kehilangan sesuatu?
Sadarilah bahwa apapun yang kita miliki adalah milikNya dan jelas akan kembali padaNya.
Bahkan diri kita ini adalah milikNya.
Yang sudah pasti akan kembali berpulang padaNya.

"Innalillahi wa innailaihi rajiun."
"Sesungguhnya kita adalah milikNya dan akan kembali kepadaNya." 

*** 
Rasa sedih, hancur, tidak percaya selalu menghantuiku saat aku kehilangan sahabat dekatku.
Dua belas tahun bersama melewati tiga fase pendidikan. Putih merah, putih biru, dan putih abu.
Dipenuhi canda tawa dan suka duka yang mewarnai persahabatan penuh liku antara aku dengannya.

Entahlah hati kami menyatu, walau kami memiliki aktivitas dan hobi yang pasti berbeda.
Saling berbagi dan menyemangati adalah hal yang selalu kita lakukan.

Saling memahami dan selalu jujur adalah kunci dari persahabatan aku dan dirinya.
Hingga kami pun punya komitmen unik yang selalu aku ingat,
"Temanku temanmu, temanmu temanku."
Sehingga, kita selalu menjadi sosok yang semakin banyak teman.

Hingga hati aku dengannya pun menyatu.
Dan kedua orang tua kita pun saling mensinergikan kita untuk saling berlomba dalam kebaikan.

Tiba-tiba...
Masalah itu datang..
Saat aku dan dia lulus sekolah, kita mengambil langkah berbeda.
Dia kuliah dan aku bekerja. Sibuk adalah kata yang mewarnai kehidupan kami.
Jarang bertemu dan lebih tepatnya agak sulit menyatukan waktu untuk bertemu.
Namun kami tetap berusaha menyediakan waktu untuk silaturahim sesekali waktu.
Hingga pada suatu ketika, aku mendengar kabar dirinya kecelakaan. Ia masuk rumah sakit, koma, dan....

Allah panggil dia kembali padaNya....

Innalillahi wa innailaihi rajiun...

Apa kabar hati?
Seketika remuk, hancur lebur berkeping-keping, dan...
Sulit sekali menerima kenyataan.
Hingga akhirnya dua minggu setelah kepergiaannya, aku jatuh sakit.
Seketika menjadi manusia lemah tak berdaya.

Dan obatnya adalah,
Satu kata..

IKHLAS.

Ikhlaskan atas setiap hal yang terjadi dalam diri kita.
Ikhlaskan diri untuk menerima segala rencana terbaikNya.
Ikhlaskan diri untuk melakukan segala hal di dunia ini hanya untukNya.

Maka yang akan kita dapatkan adalah TENANG, SEHAT, dan DAMAI.
Tenang karena segala hal yang terjadi dalam hidup kita adalah sepenuhnya rencana terbaik dariNya.
Sehat karena pikiran yang selalu terarah dalam hal kebaikan untukNya.
Damai karena hati ikhlas menerima kenyataan bahwa semua hal tidak akan mungkin terjadi tanpa izin dariNya.

Dan sejatinya,
makna kehilangan adalah...

Allah ingin mengajarkanmu sesuatu dan menggantikannya dengan yang jauh lebih baik...

"......Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, 
dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;
 Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  
(QS. Al-Baqarah : 216)




#SalamSemangat
#SalamIstiqomah



#30DWC24
#Muda10 #NN'16 #PKWJ
_Amrina Anggrarini, IM_


Tidak ada komentar:

Posting Komentar