Selasa, 15 Maret 2016

Hujan dan Perjuangan

HUJAN.
Bagiku HUJAN adalah KEKUATAN.
Karena dikala hujan, aku sedang berjuang.


Teringat jelas, saat hujan deras, aku harus menerjang HUJAN untuk belajar persiapan masuk ujian Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri.
Sepulang pulang bekerja, biasanya orang selalu ingin segera sampai di rumah.
Karena sudah lelah sembilan jam bekerja dikantor.

Lain halnya denganku. Semangat belajarku lumayan tinggi.
Sepulang bekerja, pukul 17.00 sore aku meluncur lebih dari 20km untuk belajar, berlatih soal-soal.
Dan pada suatu ketika, hujan deras sejak sore aku masih dikantor.
Namun HUJAN tak menyurutkan langkahku untuk tiba ditempat belajar.
Alhamdulillah 20km yang ditempuh selama 60 sampai 90 menit bisa aku terjang walau sedang hujan deras.
MasyaAllah...

Sesampainya di lokasi...
Dingin, basah, dan rasa menggigil sempat menghantuiku.
Namun, alhamdulillah belajar tetap berlangsung dan sampai saat ini terkenang indah.
Karena berkat kebesaranNya, aku lolos ujian Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri.~
Terimakasih Allah.
Sejatinya ikhtiar yang ditawakalkan adalah nikmat terbaik yang dirasakan oleh hati.
#KeepHamasah ^___^

***
Dilain hal, ada HUJAN yang selalu diingat.
Saat kuliah sudah berjalan. Segala nikmatNya selalu tercurah.
But, berjuang harus tetap dilakukan.
Alhamdulillah dapat kerjaan saat kuliah.
Tahun pertama kuliah sambil jualan ayam bakar.
Tepatnya aku adalah orang yang mengantar ayam bakar dari pemasok sampai ke cabang.
Sebelum kuliah aku harus mengantar ayam bakar dari Bekasi ke daerah Priok, dan sepulang kuliah aku pun suka mendapat tugas mengambil box untuk keesokan harinya.
Saat HUJAN tiba, Innalillahi...
Kebayang gak sih, aku harus membawa box sekitar 25km ditengah HUJAN lebat dan kilat menyambar, ditambah banjir plus macet. Dan terkadang motor pun harus mogok.
Rasanya hati itu berkata,
"Allah.... Aku milikMu, aku ikhlas dengan segala rencanaMu..."
Dan
Ada doa yang selalu tersemat dalam hatiku,
"Allah... Kalau aku meninggal, semoga aku bisa bertemu denganMu dalam kondisi terbaikku, tanpa merepotkan siapapun."
Aamiin...

Selanjutnya,
Alhamdulillah tingkat dua perkuliahan Allah mudahkan sedikit jalurku.
Aku bisa kuliah sambil mengajar.
Time-nya pun bisa disesuaikan dengan jadwal kuliah.
Bersyukur sekali, Allah Maha Baik.
But, harus selalu diingat.
Kemudahan selalu sejajar dengan kesulitan.
Hingga suatu ketika HUJAN lebat turun begitu dahsyat pada saat aku harus mengajar.
Kurang lebih 15km setelah kuliah atau agenda rapat, aku menerjang hujan, banjir, dan hawa dingin yang menusuk tubuhku.
Innalillahi...
Rasanya ingin putar haluan, pulang, dan berselimut.
Namun, aku tepis setiap rasa yang muncul.
Aku ikhlaskan setiap perasaan tidak enak yang hadir.
Alhamdulillah...
Sampai ditempat anak yang harus aku ajar, rasa bahagia begitu menyeruak didalam dada.
MasyaAllah...
Entah kenapa, saat itu anak-anak baik banget, mudah diatur, nurut, rajin, tidak ngambek, dan..
Aku dapat teh manis hangat plus roti bakar spesial.
Wah... Alhamdulillah...
Terimakasih Allah..
Terimakasih anak-anakku...
Terimakasih si mba yang udah buatin aku hidangan terbaik.
Dan,
Kejutan terindah tiada pernah kulupa, setelah melalui lika-liku mengajar dan perjuangan sampai dirumah.
Sesampainya dirumah...
Ibuku memasak makanan kesukaanku.
MasyaAllah...
Alhamdulillah yah...
"Nikmat Tuhanmu yang manakah yang bisa kamu dustakan?" QS.Arrahman: 55

 ***
Dan teringat jelas pula dalam ingatanku, saat aku duduk dibangku sekolah.
Semangat tinggi belajarku tak pernah menyurutkan langkahku untuk belajar dan berangkat ke sekolah.
Dari jaman putih merah, putih biru, hingga putih abu.
Kisah terhangat,
Sekitar 23-25km jarak antara rumahku dan sekolah saat aku berseragam putih abu-abu.
Pukul 05.00 pagi aku sudah berangkat ke sekolah.
Payung adalah teman sejatiku saat hujan.
Terseok-seok perjuanganku hingga sampai di sekolah.
Dari jalan, menanti angkot, naik angkot, turun angkot, menanti bus kota, hingga jalan menuju sekolah ditengah hujan lebat. Bahkan tidak jarang ada bus kota yang bocor.
maklum transportasi di Indonesia sangat bagus. jadi banyak bus kota yang bocor.
sesampainya di sekolah, baju basah, lepek, kaos kaki basah, sepatu ditenteng, buku pun basah-basah.
Ternyata eh ternyata, sekolah banjir dan siswa dipulangkan.
Wah... Subhanallah yah...
Antara senang sedih atau haru atau apalah apalah perasaan dihati.
Dan luar biasanya,
Saat kelulusan aku mendapat predikat siswa terbaik di jurusanku.
Sungguh Allah yang Maha Besar dengan sebaik-baik rencana yang dibuatNya..

***

Ikhtiarlah dengan sebaik-baiknya
Ikhlaskan segala hal yang terjadi pada diri
Berserahlah akan segala rencanaNya
Niscaya kebahagiaan akan senantiasa kita raih jika kita bersabar...
_Amrina Syahidah_

Yuk,
Berbahagialah saat hujan.
Karena pada hakikatnya, hujan itu selalu mendatangkan rezeki pada kita.
Dibalik hujan ada keberkahan.
So, jangan pernah mengeluh saat hujan datang.

Bersyukurlah dalam hujan
Bermuhasabahlah saat hujan
dan yang pasti,
BERDOALAH saat hujan.
HUJAN adalah saat TERBAIK untuk meminta segala hal terbaik untuk kita.
Karena hujan adalah waktu mustajab untuk kita memanjatkan segala DOA kita padaNya...



#SalamSemangat
#SalamIstiqomah
#SalamMemantaskan


#30DWC29 #Muda10 #NN'16 #PKWJ
_Amrina Anggrarini, IM_ 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar