Jumat, 16 Desember 2016

Baktiku Untuk CintaNya



Kita punya harap, orang tua kita punya harap, dan Allah pun punya ketetapan atas segala harap yang kita miliki. Maka belajarlah mensinergikan segala harapan yang bisa melangitkan segala doa. Komunikasikan harapan kita kepada orang tua dan komunikasikan pula harapan kita kepada Allah. Berdoalah dengan sungguh-sungguh, biarkan Allah yang menggerakkan kemana diri kita harus melangkah. 

Jangan pernah memaksa Allah. Jangan pernah memaksa kehendak diri. Jangan pernah lari dari bakti kita kepada orangtua. Karena sejatinya hidup ini sudah diatur dengan sebaik-baik rencanaNya. Hidup ini sudah dirancang sedemikian rupa indahnya. Lalu apa lagi yang perlu kita risaukan?

Risau saja dengan amal yang sudah sejauh mana kita kerjakan selama ini?

***
Masa muda adalah masa perjuangan yang diselimuti oleh semangat berapi-api. Namun bagaimana dengan api yang ternyata bisa membakar diri? *innalillahi...

Oleh karena itu libatkan Allah dalam setiap urusan kita. Mantapkan iman dalam diri yang menjadi benteng atas segala keputusan dan langkah-langkah yang harus kita ambil. Sinergikan pula dengan segala harapan orang tua.~

Pelajaran berharga untukku saat aku melangkahkan kaki dengan segenap izin dan ridho dari orang tua, semua jalan perjuangan yang aku lalui, sesulit apapun itu terasa mudah dilalui. Bahkan rezeki dari manapun datang menghampiri. MasyaAllah...
*semoga imam hidup terbaik juga segera Allah hadirkan... (ups) aamiin... 

Teringat saat diri masih hidup dengan gelora muda sesuka hati dan semua terasa innalillahi. Susah banget hidup di dunia ini. Bahkan sempat terjerembab jatuh hingga kaki dan badan biru-biru. Mau ini itu sulit didapat. Cita-cita sulit tercapai. Hingga pada akhirnya tersadar. Bahwa hidup ini punya aturan. Dan dalam hidup ini ridho orang tua-lah yang memudahkan segala jalan dan membuat hati berbunga-bunga.... ^___^
 
Pun seusainya, banyak sekali keajaiban langkah dari segala nikmat berbakti....

Fabiayyi aalaa'i rabbikumaa tukadzibaan....
------
Sungguh benar kalamNya yang mengatakan, “Ridho Allah Ridho orang tua...”
Maka jangan pernah sekali pun menyepelekannya.
Bahagiakan selalu hati kedua orang tua kita selama ia masih ada. Karena kalau sudah tidak ada lagi, maka hilang sudah doa darinya untuk kita. *innalillahi...

Pun jangan pernah sibuk sendiri dengan banyak mengerjakan aktivitas duniawi tanpa memikirkan orang yang sebenarnya paling menyayangi diri kita. Sadarilah, dari sekian banyak orang yang ada didunia ini, sesungguhnya hanya kedua orang tua kita yang paling menyayangi kita. Orang yang selalu mengupayakan yang terbaik untuk kebaikan-kebaikan diri kita. Orang yang cinta dan doanya tulus sepanjang waktu dalam mendoakan setiap langkah kita. 

MasyaAllah...

Maka jangan pernah melewatkan kesempatan untuk selalu membersamai mereka diwaktu yang kita bisa. Luangkan waktu spesial untuk kedua orang tua kita. Luangkan amalan-amalan terbaik kita untuk kedua orang tua kita. Jangan pernah perhitungan untuk keluarga. 

Setelah itu, rasakan saja efeknya....
Kejutan dari Sang Maha Segalanya senantiasa hadir menyelimuti kehidupan kita.

Allahu rabbiii...
Ampuni segala khilaf diri ini....
Semoga bisa menjadi anak yang berbakti ...
Dan membahagiakan hati...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar