"Perasaan kita, apapun jenisnya, tak harus disimpan dalam hati. Biarkan hati menjadi tempat untuk mengalirnya perasaan. Dan biarkan aliran itu meninggalkan bekas berupa kenangan, atau potongan hikmah yang akan memperkaya hati. Tak perlu menyimpan perasaan itu. Cukup kenangan dan potongan hikmahnya saja. Agar kita bisa lebih bebas untuk merasakan dan menikmati banyak rasa dalam hidup. Tidak terpenjara oleh belenggu perasaan yang mengekang hati untuk merasa apa yang ingin dan seharusnya dirasakan."
Buku ini merupakan kumpulan dari kata-kata yang berurusan tentang menata hati.
Lanjutan dari buku seri Genap dan Letter To Karel yang ditulis oleh si penulis. Semuanya berisi seperti ungkapan hati dalam diary yang tersusun rapih dalam untaian kata yang indah.
Terdiri dari 60 sub judul mengenai hati didalamnya. Dari gejolak hati, mempercayai hati, pilihan hati, membebaskan hati, mengkondisikan hati, rahasia hati, kecurigaan hati, penghuni hati, ruang hati, gerimis hati, kesabaran hati, dan lain-lain. Hingga janji dua hati, hati yang kuat, dilema hati, berpindah hati, dan menata hati satu sampai enam.
Bagus banget untuk dibaca. Karena didalamnya banyak pesan mendalam yang membantu hati menemukan sejatinya.
Seperti untaian kata berikut,
"Jika berkenan, mari berhenti sejenak, mendalami apa yang masih bergejolak didalam benak. Jangan khawatir, kesejenakan tak kan membuat kita tertinggal jauh. Bahkan kesejenakan harus diberhentikan di tempat tertentu di persimpangan hidup. Entah sekedar mengisi bahan bakar untuk bertahan dalam pola kehidupan yang berwarna warni, mencari strategi untuk mendekatkan tujuan yang terasa amat jauh, sampai mengumpulkan keberanian untuk memutar haluan; menciptakan tujuan baru yang lebih hidup dan menghidupkan." (hal. 46)
Memaknai Hati.. Waktu hanya bisa berlalu. Ia tak bisa mengubah aku, tak juga kamu. Waktu memang berjalan. Tapi ia tidak hidup. Jangan pernah menyerahkan nasib pada waktu. Jangan berharap waktu akan menyembuhkan segalanya. Jangan menunggu waktu. Waktu tidak menunggu siapapun. Waktu tidak ditugaskan untuk menyelesaikan masalah manusia, tidak juga sebagai obat penyembuh luka. Itulah kenapa banyak luka yang tak sembuh seiring berjalannya waktu. Juga kondisi yang tak kunjung berubah, walaupun waktu sudah berdetak berjuta detik.
Waktu akan menelanjangi masa depan siapa saja yang jauh dari usaha.
Waktu juga akan menggelitiki mereka yang terjebak dimasa lalu. Siapa yang hidup di masa lalu, tak bisa menjadi pemenang, selalu tertinggal.
Hidup kita ada dimasa kini. Sekarang dan disini.. (Hal. 72)
Hati yang kering. Butuh hening..
Hening adalah jeda. Jeda untuk mengenal diri sendiri dan mengenal-Nya lebih dekat.
Hening merupakan romantisme antara kita dengan Tuhan. Romantisme untuk bertanya dan menjawab rahasia-rahasia Tuhan tentang kenyataan yang menimpa kita. Jika cinta kita kuat, Tuhan akan memberitahu rahasia-Nya. Bisa jadi melalui pikiran selintas, atau dengan isyarat berupa peristiwa yang terjadi dihadapan mata.. (Hal. 78)
Semua kata-kata didalam buku ini mengandung makna luar biasa yang ketika dipikirkan lebih mendalam, sangat berguna untuk kita guna mengkondisikan hati. Yang sejatinya hati selalu bergelombang.
Semoga aku, kamu, dan kita semua mempunyai hati yang lembut. Sehingga bisa mengkondisikan hati sebaik-baiknya dalam berbagai situasi.
Buku: Menata Hati
Penulis: Nazrul Anwar
Penerbit: Adnara Self Publishing
Diresume oleh: Amrina Anggrarini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar