Kamis, 15 Desember 2016

Bersandar Pada Doa



Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiran dan perasaanku  yang begitu nyata.

Satu langkah Allah takdirkan untuk ku nikmati dan ku syukuri itu pasti, namun seperti ada hal yang belum genap dalam pikiran dan rasaku. Yang akhirnya seolah memaksaku untuk terus mencari dan mencari.

Mencoba bertahan dan terus berupaya yang terbaik selalu ku kerahkan hingga pada titik limit kemampuanku. Pun hati seolah selalu ingin berlari. Ada apa ini?

Bersabarlah... 

Hingga pada akhirnya Allah takdirkan satu langkah pasti dimana hati dan pikiran senantiasa berlabuh pada kepastian. Dan sesungguhnya kepastian hanya ada pada jalan hidup yang disandaran pada landasan pedomanNya. Maka biarkan pula hati dan pikiran ini hanya bersandar pada ayat-ayatNya. Semoga senantiasa Allah jaga dalam naungan cahaya dan petunjukNya.

*** 

Tanpa disangka, ada momentum dimana Allah pertemukan hatiku dan hati bapak sore ini. 
Dan kami berbincang pada hal serius yang menjadi rancangan dan harapannya pada kedua buah hatinya.

Alhamdulillah, beliau berhasil memberi wejangan yang menguatkan hatiku tanpa harus memaksa kehendak. Dan beliau berhasil memenangkan hatiku untuk terus berdoa, bersabar, dan berjuang. 
Hingga pada akhirnya biarkan Allah yang membukakan segala pintu atas doa-doa yang telah dipanjatkan.

Karena sejatinya hidup kita ini hanya bersandar pada doa-doa yang melangit. 
Dan hanya doa yang mampu mengarahkan kita kepada sejatinya.

Percayalah, ada rencana terbaik yang sudah Allah persiapkan untukmu....
Sikapilah dengan ikhtiar terbaikmu...




Menuju penghujung tahun
Ruang istimewa, 15 Desember 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar