"Anak saya tiba tiba berkata tidak ingin sekolah dan ingin fokus menghafal. Karena sekolah melelahkan dan terlalu duniawi. Dia ingin berlelah lelah untuk akhirat dengan berjuang menjadi hafidz. Seketika saya menangis dan bingung harus jawab apa. Tolong dibantu ya ustadzah..."
Begitu kata salah seorang wali santri yang menghubungi tim kami sore tadi.
MasyaAllah...
Seketika hatiku seperti menyelami samudera yang juga belum pernah ku selami. Ada rasa bangga, haru, dan takjub dengan sang anak tersebut.
Aku pun pernah berpikir seperti itu. Namun apa daya, tak pernah ku dapati cara berpikir yang sama dengan kedua orang tuaku.
Walau kadang sejalan kadang pula berseberangan. Dan berbakti selalu jadi jalan terbaik untuk mendapatkan segala ridhoNya.
Luar biasanya, Allah menuntunku untuk berada dijalan yang memang aku harapkan dan senantiasa aku doakan.
Hingga sampai saat ini, aku berada diantara orang-orang hebat yang berorientasi akhirat.
*Terimakasih Allah...
Pembelajaran demi pembelajaran senantiasa mewarnai hidupku.
Dan rasanya seperti buih dilautan.
*aku mah apah atuh? hanya makhluk dhoif yang harus selalu dibimbing.
Semoga tetap Allah istiqomahkan langkah ini untuk terus berjuang dijalanNya. Seberat apapun kondisinya.
Dan semoga bisa membimbing para santri yang membutuhkan arahan untuk semakin dekat dengan Al-qur'an dan memiliki akhlak islami.
Allahummarhamna bil qur'an...
*Menapaki Istikharah Langkah
Rabu, 21 Desember 2016
menarik sekali ceritanya
BalasHapusSupplier Tas Terbesar