Aku tidak tahu apa yang aku rasa.
Karena memang banyak sekali rasa yang Ia hadirkan.
Dan salah satunya adalah rasa rindu terhadap setiap jejak yang sudah terlalui.
Maha Besar Allah dengan setiap rencanaNya.
Siapa yang menyangka aku ada disini dengan semua kondisi terbaik (menurut Allah) dan amanah seperti ini?
Sungguh tidak pernah terbayang.
Jangankan membayangkan, berpikir kesini aja belum pernah.
Pasca kelulusan adalah edisi dilema akan jalan yang akan dipilih.
Oleh karena itu, bekali diri kita dengan persiapan-persiapan terbaik.
Teringat pasca lulus sekolah, Allah takdirkan aku lulus dengan nilai dan predikat terbaik. Seusai itu, aku bekerja dua tahun dan kuliah.
Dan itu, ritme serta lika-likunya sangat curam. Butuh kesabaran ekstra, kekuatan tekad, keteguhan dalam berjuang, dan tawakal yang sepenuhnya kepada Allah.
Pun, teman-teman yang Allah hadirkan juga masyaAllah...
Tidak bisa berteman dengan orang biasa. Kita harus bersama dengan teman-teman yang kita pilih satu VISI dengan hidup kita. Demi tercapainya tujuan yang bisa saling mensinergi satu sama lain. :)
Saat ini pun, pasca wisuda, pastinya ujiannya lebih membadai. Karena naik level, ujiannya pun pasti berbeda. Tentunya lebih sulit. Dan sesungguhnya hanya Allah yang menguatkan, meneguhkan, membimbing serta memberikan arahan pasti kemana kaki ini harus melangkah.~
Awal September 2016, aku wisuda. Tentunya bahagia luar biasa, karena akhirnya selangkah demi selangkah impian dari perjuangan yang aku lakukan untuk bisa ku persembahkan kepada kedua orang tuaku, tertunaikan sudah. Pengalaman dan pencapaian yang ingin aku dapatkan pun satu persatu bisa aku dapatkan. Yang semoga segala ilmunya bisa selalu diamalkan dan bisa selalu bermanfaat buat orang lain. Aamiin.
Singkat cerita, "impian terbesar" usai wisuda sudah terancang dengan baik. Namun, sampai saat ini masih dalam proses yang ditawakalkan serta di ikhtiarkan. Sejak September akhir, petualang akan tawakal total pada "impian terbesar" ini mulai LEBIH aku seriuskan dan menjadi tawakal utama yang diperioritaskan. Mohon doa terbaiknya ya...
Dan dibalik "impian terbesar" itu, ternyata Allah takdirkan aku melalui lika-liku pembelajaran besar. Karena apa?
Karena ternyata, sebelum "impian terbesar" itu tercapai, banyak sekali impianku yang lain, yang Allah kabulkan.
Agak sedikit flash back, satu bulan sebelum aku wisuda, aku sempat mengajar di salah satu sekolah swasta di Bekasi. Dan itu juga merupakan doa yang Allah kabulkan. Karena semua spesifikasi yang aku minta, Allah kasih. MasyaAllah... *terimakasih ya Allah.. :")
Namun, belum genap sebulan aku resign karena satu dan banyak hal. Pun lagi-lagi itu merupakan hasil dari jawaban istikharah dan disenergikan dengan banyak pendapat dari sesepuh pendidikan. Bukan keputusan yang aku ambil sepihak.
Dan akhirnya, seminggu setelah proses resign, Allah takdirkan aku menjalani aqad disalah satu lembaga pendidikan.
MasyaAllah....
Indahnya hidup yang ditawakalkan.
Kali ini aku kerja bersama teman-teman seperjuangan.
Betapa indahnya rencana Allah...
Pun usai wisuda, amanah aku disini makin serius.
Dari aqad di bulan Agustus, memulai langkah dari September, dan pemantapan dibulan Oktober. Selanjutnya ada aqad serius yang Allah takdirkan untuk aku dibidang ini mulai November 2016....
*Innalillahi wa Barakallah~
Sungguh pengalaman yang Allah takdirkan sebagai pembelajaran disini pun banyak sekali.
Yang insyaAllah semuanya akan menjadi penguat langkah pada pencapaian impian selanjutnya.
Allahu rabbi....
Maha Baiknya Engkau atas segala rencana indahMu...
Dan...
Selain itu, Allah pun mengabulkan satu doa utama yang sempat aku impikan dan begitu aku usahakan untuk bisa tercapai tahun ini...
Alhamdulillah, selain terbitnya karya SKRIPSI-ku Agustus tahun ini, "BUKU ANTOLOGI" perdana-ku pun terbit pada bulan lahirku (November 2016), bersama 30 fighter #30DWC jilid dua. Dan alhamdulillah pula, karya ini tersebar lebih dari 100 eksemplar ke seluruh Indonesia. Barakallah yah....
*Terimakasih Allah...
Hikmah dari lika-liku hidup adalah teruslah bergerak, berupaya, dan lakukanlah yang terbaik. Hanya untuk Allah.
Sekali lagi, hanya untuk Allah.
Karena ketika kita melakukan semuanya untuk Allah, akan ada tawakal yang senantiasa diikhtiarkan. Akan ada ikhlas yang selalu tersemat. Dan ada pula bimbingan langsung dari Allah yang menggerakkan setiap langkah kita.
MasyaAllah....
Pun jadilah pribadi yang senantiasa mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang Allah hadirkan dalam setiap detik hidup kita. Punya impian boleh, namun tetap ditawakalkan. Dengan begitu, maka Allah yang akan membantu kita dalam menyempurnakan ikhtiar terhadap apa yang kita cita-citakan.
Semoga "impian besar"ku, dan apapun impian besar mu untuk Allah segera tercapai ya... Aamiin...
Fadiza azzamta fatawakal alaAllah....
*Menuju kota hujan
Sabtu, 3 Desember 2016
#H3_30DWC_Jilid3

Tidak ada komentar:
Posting Komentar