“Sebaik-baik sahabat adalah orang
yang mengajak kita dalam kebaikan. Jika sudah ditemukan, maka jagalah ia dan
jangan lepaskan...”
Sosok
penyemangat dalam perjuanganku adalah kamu. Berawal dari pertemanan biasa saat
berada di zaman putih abu-abu. Yang ternyata Allah takdirkan kita satu kelas
dan satu tempat praktik kerja lapangan yang sama. Pun Allah takdirkan kita beda
bagian namun terkadang memiliki jadwal datang, istirahat serta pulang
bersamaan. Dan ternyata rumah kita satu arah walau jarak rumah kita cukup jauh.
Seiring berjalannya waktu, kita semakin akrab walau kita tidak dekat. Hingga
suatu ketika, qadarullah kita dipertemukan pada ekstrakurikuler yang sama.
Basket. Yups, basket lebih mempererat ukhuwah kita. Terimakasih Allah...
Walau
sebenarnya aku pun aktif di Rohis, namun tak menyurutkan langkahku untuk jadi
anak basket. Dan di ekskul basket-lah kita dipertemukan. Hingga suatu ketika,
Allah pun mempertemukan kita satu bangku dalam perjalanan study tour angkatan. Disanalah hati kita semakin berpadu dan
ukhuwah kita semakin erat. MasyaAllah... Maha Dahsyatnya Allah dengan segala
skenario-Nya. Perjalanan selalu menjadi saksi atas segala cerita indah. Karena
sejatinya selalu ada makna disetiap perjalanan. Dan perjalanan selalu bisa
memadukan hati. Maka teruslah berjalan. Hingga pada akhirnya kita pun
menyadari, ternyata kita memiliki hobi yang sama. Berpetualang. ^_^
Hobi
itu baru kita sadari saat kita menjadi pribadi yang sedang mencari sejatinya
diri. Singkat cerita, visi kita sama. Kerja setelah lulus sekolah. Namun kami
berpisah. Aku dengan jalanku dan kamu dengan jalanmu. Aku kerja disini kamu
kerja disana. Namun hati tetap berpadu dalam naungan cintaNya. Hingga pada
akhirnya, Allah tetap pertemukan kita pada episode-episode menjadi muslimah
sejati. Masya Allah... Dan kebersamaan itu berlanjut walau kita berbeda
atmosfer. Dari kajian, belanja, hunting
makanan, hunting tempat-tempat
romantis, Alhamdulillah masih Allah jaga ukhuwah kita. Terbayang yah, betapa
kita tahu kepribadian masing-masing diri kita.
Tak
ragu kita saling berbagi cerita banyak hal tentang kehidupan. Dari urusan
kerjaan, keluarga, kesehatan, keuangan, cita-cita, bahkan cinta. Hingga pada
akhirnya aku dan kamu menjadi kita. Alias saling mendukung dalam kebaikan dan
menasihati dalam keburukan. Masya Allah banget
persabatan kita. Entah sejak kapan, aku merasa tidak asing untuk berbagi
tentangku padamu. Padahal sebelumnya kita berjarak. Dan sebenarnya kita
mempunyai langkah yang juga berbeda. Sungguh hanya Allah yang mempertemukan
hati-hati yang saling mencintaiNya.
Hingga
pada akhirnya aku melanjutkan cita-citaku untuk bisa berkuliah di Perguruan
Tinggi Negeri. Dan kamu tetap pada aktivitasmu, bekerja. Tahukah kamu? Meski
begitu kamu adalah satu-satunya sahabat yang setia menjadi semangat hidupku.
Setia menemani setiap perjuanganku, setia merangkulku dan menjadi obat atas
sedihku, bahkan menjadi pendengar setia kala masalah hadir menyapaku.
MasyaAllah... Sungguh aku bersyukur sekali punya sahabat seperti kamu. Aku
banyak belajar dari kamu. Dari kesabaranmu, ketulusanmu, kebesaran hatimu
menerima segala takdirNya, bahkan segala pelajaran hidup yang tak ku dapat
dibangku perkuliahan.
Aku
bangga jadi sahabatmu. Aku bangga melihat segala perjuanganmu yang begitu besar
hati mengorbankan kepentinganmu untuk membahagiakan keluargamu. Menjadi tulang
punggung keluarga saat ayahmu tiada. Kamu harus membantu ibumu dalam menghidupi
keluarga dan menyukseskan pendidikan ke-empat adikmu. Sungguh semua itu bukan
hal yang mudah. Tapi kamu bisa. Bahkan kamu pun bisa terus berbagi kepada siapa
saja dalam kondisi bagaimanapun. MasyaAllah...
Syukurku
pada Allah yang mengizinkan kita berpetualang bersama sebelum akhirnya kita
menemukan sejatinya jalan kita masing-masing. Empat hari - tiga malam di
pengujung tahun 2015, kita bersama menelusuri perjalanan penuh hikmah ke
kampung halamanku. Tujuannya berpetualang hemat plus silaturahim. Dan kita menyebutnya explore Kebumen. Alhamdulillah beberapa tempat kita kunjungi bersama.
Dari Pantai Menganti yang lika-liku sampai di lokasinya sangat membutuhkan
perjuangan ekstra, dilanjutkan dengan perjalanan sampai di Goa Jatitajar,
hingga hunting buku di acara Kebumen Expo. Semua terlalui dengan banyak makna
dan jutaan hikmah yang terkandung di dalamnya.
Seiring
berjalannya waktu, kamu menemukan belahan jiwamu serta bersatu dalam bahtera
rumah tangga bersamanya sedangkan aku pun akhirnya menuntaskan perkuliahanku. Dan
kamu hadir bersama keluargamu memberikan aku kejutan, langsung ke rumahku usai
wisuda, dengan membawa hadiah coklat wisuda hasil karya tanganmu sendiri
beserta segala doa yang bertebaran. Allahu Rabbana... Terimakasih yah....
Setelah
itu aku dengan liku kehidupanku dan kamu dengan liku kehidupanmu. Dan walau
begitu, Alhamdulillah kita tetap saling menjaga ukhuwah. Sempat suatu ketika
kita bertemu dalam episode kehidupan ‘lanjutan’ yang pembicaraannya ternyata sudah
berbeda dari biasanya. Alias lebih serius. Dan entah bagaimana liku ke
depannya, biar Allah yang mengatur segala pertemuan kita selanjutnya. Berharap kita
bisa terus menjaga komunikasi. Sehingga walau jarak memisahkan kita, tetap
selalu terasa dekat dihati. Dan biarkan doa yang senantiasa menjaga kita.
Semoga selalu Allah
jaga ukhuwah kita sampai ke surga...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar