Kamis, 29 Desember 2016

Sahabatku, Pembelajaran Hidupku



“Sebaik-baik sahabat adalah orang yang mengajak kita dalam kebaikan. Jika sudah ditemukan, maka jagalah ia dan jangan lepaskan...”



Sosok penyemangat dalam perjuanganku adalah kamu. Berawal dari pertemanan biasa saat berada di zaman putih abu-abu. Yang ternyata Allah takdirkan kita satu kelas dan satu tempat praktik kerja lapangan yang sama. Pun Allah takdirkan kita beda bagian namun terkadang memiliki jadwal datang, istirahat serta pulang bersamaan. Dan ternyata rumah kita satu arah walau jarak rumah kita cukup jauh. Seiring berjalannya waktu, kita semakin akrab walau kita tidak dekat. Hingga suatu ketika, qadarullah kita dipertemukan pada ekstrakurikuler yang sama. Basket. Yups, basket lebih mempererat ukhuwah kita. Terimakasih Allah...

Walau sebenarnya aku pun aktif di Rohis, namun tak menyurutkan langkahku untuk jadi anak basket. Dan di ekskul basket-lah kita dipertemukan. Hingga suatu ketika, Allah pun mempertemukan kita satu bangku dalam perjalanan study tour angkatan. Disanalah hati kita semakin berpadu dan ukhuwah kita semakin erat. MasyaAllah... Maha Dahsyatnya Allah dengan segala skenario-Nya. Perjalanan selalu menjadi saksi atas segala cerita indah. Karena sejatinya selalu ada makna disetiap perjalanan. Dan perjalanan selalu bisa memadukan hati. Maka teruslah berjalan. Hingga pada akhirnya kita pun menyadari, ternyata kita memiliki hobi yang sama. Berpetualang. ^_^

Hobi itu baru kita sadari saat kita menjadi pribadi yang sedang mencari sejatinya diri. Singkat cerita, visi kita sama. Kerja setelah lulus sekolah. Namun kami berpisah. Aku dengan jalanku dan kamu dengan jalanmu. Aku kerja disini kamu kerja disana. Namun hati tetap berpadu dalam naungan cintaNya. Hingga pada akhirnya, Allah tetap pertemukan kita pada episode-episode menjadi muslimah sejati. Masya Allah... Dan kebersamaan itu berlanjut walau kita berbeda atmosfer. Dari kajian, belanja, hunting makanan, hunting tempat-tempat romantis, Alhamdulillah masih Allah jaga ukhuwah kita. Terbayang yah, betapa kita tahu kepribadian masing-masing diri kita. 

Tak ragu kita saling berbagi cerita banyak hal tentang kehidupan. Dari urusan kerjaan, keluarga, kesehatan, keuangan, cita-cita, bahkan cinta. Hingga pada akhirnya aku dan kamu menjadi kita. Alias saling mendukung dalam kebaikan dan menasihati dalam keburukan. Masya Allah banget persabatan kita. Entah sejak kapan, aku merasa tidak asing untuk berbagi tentangku padamu. Padahal sebelumnya kita berjarak. Dan sebenarnya kita mempunyai langkah yang juga berbeda. Sungguh hanya Allah yang mempertemukan hati-hati yang saling mencintaiNya.

Hingga pada akhirnya aku melanjutkan cita-citaku untuk bisa berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri. Dan kamu tetap pada aktivitasmu, bekerja. Tahukah kamu? Meski begitu kamu adalah satu-satunya sahabat yang setia menjadi semangat hidupku. Setia menemani setiap perjuanganku, setia merangkulku dan menjadi obat atas sedihku, bahkan menjadi pendengar setia kala masalah hadir menyapaku. MasyaAllah... Sungguh aku bersyukur sekali punya sahabat seperti kamu. Aku banyak belajar dari kamu. Dari kesabaranmu, ketulusanmu, kebesaran hatimu menerima segala takdirNya, bahkan segala pelajaran hidup yang tak ku dapat dibangku perkuliahan.

Aku bangga jadi sahabatmu. Aku bangga melihat segala perjuanganmu yang begitu besar hati mengorbankan kepentinganmu untuk membahagiakan keluargamu. Menjadi tulang punggung keluarga saat ayahmu tiada. Kamu harus membantu ibumu dalam menghidupi keluarga dan menyukseskan pendidikan ke-empat adikmu. Sungguh semua itu bukan hal yang mudah. Tapi kamu bisa. Bahkan kamu pun bisa terus berbagi kepada siapa saja dalam kondisi bagaimanapun. MasyaAllah... 

Syukurku pada Allah yang mengizinkan kita berpetualang bersama sebelum akhirnya kita menemukan sejatinya jalan kita masing-masing. Empat hari - tiga malam di pengujung tahun 2015, kita bersama menelusuri perjalanan penuh hikmah ke kampung halamanku. Tujuannya berpetualang hemat plus silaturahim. Dan kita menyebutnya explore Kebumen. Alhamdulillah beberapa tempat kita kunjungi bersama. Dari Pantai Menganti yang lika-liku sampai di lokasinya sangat membutuhkan perjuangan ekstra, dilanjutkan dengan perjalanan sampai di Goa Jatitajar, hingga hunting buku di acara Kebumen Expo. Semua terlalui dengan banyak makna dan jutaan hikmah yang terkandung di dalamnya.

Seiring berjalannya waktu, kamu menemukan belahan jiwamu serta bersatu dalam bahtera rumah tangga bersamanya sedangkan aku pun akhirnya menuntaskan perkuliahanku. Dan kamu hadir bersama keluargamu memberikan aku kejutan, langsung ke rumahku usai wisuda, dengan membawa hadiah coklat wisuda hasil karya tanganmu sendiri beserta segala doa yang bertebaran. Allahu Rabbana... Terimakasih yah.... 

Setelah itu aku dengan liku kehidupanku dan kamu dengan liku kehidupanmu. Dan walau begitu, Alhamdulillah kita tetap saling menjaga ukhuwah. Sempat suatu ketika kita bertemu dalam episode kehidupan ‘lanjutan’ yang pembicaraannya ternyata sudah berbeda dari biasanya. Alias lebih serius. Dan entah bagaimana liku ke depannya, biar Allah yang mengatur segala pertemuan kita selanjutnya. Berharap kita bisa terus menjaga komunikasi. Sehingga walau jarak memisahkan kita, tetap selalu terasa dekat dihati. Dan biarkan doa yang senantiasa menjaga kita.

Semoga selalu Allah jaga ukhuwah kita sampai ke surga...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar