"Labbaikallahumma labbaik...
Labbaikala syarikala kalabbaik.. "
**
Berbicara tentang Baitullah, begitu banyak keajaiban yang hadir didalamnya.
Semua yang hadir tentunya atas izin Allah.
Dan panggilan dari Allah.
Bisa dengan mudah Allah memberangkatkan kita dengan caraNya.
Dan luar biasanya, kalau Allah tidak mengizinkan, seberapa pun kita siap, tapi Allah belum memanggil, bisa jadi dipersulitlah langkahnya untuk bisa sampai di Baitullah...
Berapa banyak orang yang gagal berangkat ke Baitullah?
Baik untuk menunaikan haji ataupun umroh?
Berapa banyak orang yang tiba-tiba Allah berangkatkan ke Baitullah dengan segala kemudahannya?
Tapi bagaimana dengan orang yang kayanya gak soleh-soleh amat tapi kok bisa sampai ke Baitullah?
Disisi lain ada juga yang kayanya soleh banget, eh kok ga berangkat-berangkat atau disulitkan Allah?
Itu dia, keajaibannya Baitullah.
Kita tak bisa menebak maksud dan rencana dari Allah.
Karena memang benar, ada yang kelihatan secara zohir siap ke Baitullah, tapi ternyata belum siap secara batiniahnya.
Menurut pengakuan beberapa yang begitu adalah disebabkan oleh rasa takut.
"Katanya, semua amalan kita disana dibalas sama Allah. Kira-kira gimana ya... ?
Balasan apa yang nanti Allah kasih atas segala perbuatan saya sebelum ke Baitullah?"
Sebagian banyak orang berpikir begitu.
Dan memang benar. π±
Semua kebiasaan kita disana terlihat. Nampak.
Lebih tepatnya ditampakkan oleh Allah.
Bahkan apapun yang kita gumamkan dalam batin kita saat disana, itu bisa seketika langsung terjadi. π±
Nah disini terlihat jelas juga diri kita...
Lebih sering berpikir negatif atau positif?
Sehingga bisa lebih banyak bermuhasabah diri.
Tapi, semua itu tak boleh jadi alasan untuk kita tak ingin mengunjungi Baitullah.
Karena kita diperintahkan untuk melaksanakan rukun islam yang ke-5.
Yaitu HAJI.π
Dan umroh merupakan haji kecil. Bisa digunakan untuk persiapan sebelum melaksanakan haji yang sesungguhnya.
Bahkan ibadah umroh yang dilakukan saat bulan Ramadhan, pahalanya seperti berhaji.
MasyaAllah... π
Lalu bagaimana saya bisa sampai ke Baitullah?
Semua butuh perjuangan extra yang tidak hanya bisa didambakan.
Utamanya adalah doa yang tak pernah putus dipanjatkan. Lalu ikhtiar terbaik selalu diupayakan.
π π
Semua berawal dari niat saya ingin ke luar negeri. Saat saya berada di bangku kuliah.
Tak disangka, saya dapat dosen mata kuliah yang diawal pertemuan semester, beliau bertanya:
"Siapa yang mau ke luar negeri?"
Serentak semua mahasiswa menjawab:
SAYA..... π π π π
Lalu, sang dosen bertanya kembali:
"Siapa disini yang punya paspor"?
Yang angkat tangan hanya satu/dua mahasiswa. π
Kemudian sang dosen pun berkata,
"Bagaimana kalian mau ke Luar Negeri kalau kalian ga punya paspor?"
"JANGAN PERNAH MIMPI BISA KE LUAR NEGERI KALAU PASPOR AJA KALIAN GAK PUNYA*
MASA KALIAN KALAH DENGAN PARA PEMBANTU DARI INDONESIA YANG DIKIRIM KE LUAR NEGERI?
KALIAN ITU MAHASISWA.
MAHASISWA.
MASA KALAH SAING SAMA PEMBANTU?"
*Ungkap tegas Sang Dosen.
Luar bisa kata-kata dosen itu menyengat hati saya sebagai pejuang kuliah. Karena saya bisa kuliah juga karena berjuang ya.
(insyaAllah next sesion semoga bisa dituliskan perjuangannya. Aamiin)
Itu pertemuan perdana dengan dosen tersebut
Dan kami akan diajar selama satu semester kedepan oleh beliau.
Lalu beliau pun mengakhiri pertemuan perdana itu dengan membuat kontrak kuliah:
"UNTUK UJIAN SEMESTER NANTI, KALIAN SEMUA HARUS SUDAH PUNYA PASPOR."
"JIKA TIDAK PUNYA PASPOR, MAKA KALIAN TIDAK BOLEH MENGIKUTI UJIAN MATA KULIAH SAYA."
π±π±π±π±π±π±π±
Serentak semua mahasiswa kaget.
Dan, alhamdulillah itu menjadi langkah saya punya paspor.
Dan benar saja kata sang dosen.
Setelah ujian semester itu selesai, saya mendapat undangan untuk mengikuti acara ke Malaysia dan Thailand dari organisasi external kampus yang saya ikuti.
Saya jadi tahu tentang Luar Indonesia.
Saya jadi tahu tentang negara lain.
Dan saya jadi bangga dengan Indonesia.
Saya pun bangga menjadi warga negara Indonesia.
Sepulang dari acara itu, karena acaranya juga merupakan pembelajaran tentang expedisi ilmuan islam dunia, saya jadi berdoa:
"Mudah-mudahan, langkah saya ke luar negeri selanjutnya adalah ke Arab Saudi. Untuk melaksanakan umroh."
Aamiin ya Rabb
Yang selanjutnya adalah...
Karena saya benar ingin ke Baitullah, maka saat saya pergi salah satu Bank Syariah dan disana melihat tawaran program ke Baitullah, saat itu juga saya langsung mendaftar.
Gaya banget gak si?
Sok punya duit. Padahal itu saya gak ada uang.
Maklumlah ya, masih edisi jadi mahasiswa.
Jadi kantong tipis. π
Di Bank Syariah.
Saya samperin CS (customer servis) nya.
Saya tanya tanya. Dan saya daftar.
Saat itu saya punya seratus ribu rupiah yang langsung saya seriuskan. Untuk Allah.
Saya daftar tabungan umroh.
*Walau setelah itu saya gak isi isi itu tabungan.
Karena jadi mahasiswa, kebutuhan akan tugas sangat jauh lebih urgent. Dan mungkin belu. Fokus. π±
Setidaknya Allah tahu keseriusan saya.
Allah tidak tidur ya kan?
Dan saya senang sekali punya tabungan Baitullah. π
Berikutnya:
Setiap ada pesawat, saya pandangi pesawat itu sambil berdoa,
"Labbaikallahumma labbaik"
Saya bayangkan saya dipesawat itu menuju Baitullah... ✈️π
Dan ketika melihat bus Damri pun begitu.
(Bus Damri: Bus Bandara.)
Semoga bisa ke Bandara lagi untuk keberangkatan menuju Baitullah.. ✈️π
Sampai suatu ketika, saya berdiskusi dengan Bapak saya tentang niat saya ke Baitullah.
Kenapa saya memilih diskusi dengan bapak?
Karena perizinan saya (anak perempuan) ada ditangannya.
Dan pikiran laki-laki biasanya lebih bisa menjangkau dengan luas ya daripada perempuan.
Alias, beliau bisa memperkirakan hal hal yang tak bisa kita perkirakan.
Logical Think ya mereka. π
Setelah saya bicarakan pada Bapak saya mengenai niat saya ingin ke Baitullah,
Bapak pun berkomentar:
"kamu boleh Umroh kalau sudah ada pasangan ya. Kalau sudah saja menikah nanti. "π·
Begitu ungkap beliau.
Setelah menikah:
Saya cerita dong ya kan ke suami, tentang segala harapan dan impian maupun target-target saya. π―
Baik yang bersifat dunia maupun akhirat.
Alhamdulillah suami mendukung impian saya untuk bisa ke Baitullah.
*Bersamanya
Tapi..
Setelah kami diskusikan:
Finally kita sepakat untuk memberangkatkan IBU kita terlebih dahulu untuk melaksanakan ibadah umroh.
Dengan harapan, semoga dapat melangitkan doa untuk segala kemudahan cita-cita kami.
MasyaAllah... Aamiin ya Rabb
π·π·
Sebenarnya itu merupakan keputusan yang tidak ringan ya..
Coba dibayangkan,
"kita saja belum berangkat, kok ya mau berangkatin yang lain?"
Hayoo.. Gimana kabar hatinya?
Apakah kita bisa menerima dengan besar hati?
InsyaAllah bisa.
Dengan kekuatan yakin.
Istikhoroh dan tahajud nya juga berjuang dirutinkan...
Rayu Allah terus...π
Sampai saya pun memberanikan diri investasi uang ratusan ribu, buat beli buku-buku keajaiban langit.
Ini jangan disepelekan ya.
Investasi leher ke atas itu penting.
Lebih penting daripada investasi leher kebawah.
(Maksudnya: beli buku. π)
Lalu, buku apa saja yg saya beli untuk penguatan dan pemantapan langkah akan keajaiban Allah.
Diantaranya: Pola Pertolongan Allah, Kepemimpinan Jalan Langit, Melawan Mustahil, dan lain lain...
Itu yang paling saya ingat. π
Luar biasanya..
Maha Besar Allah.
Kami berhasil memberangkatkan kedua IBU kami ke Baitullah dengan segala kemudahan dariNya.
Dan setelah itu, berbagai kemudahan rezeki pun hadir pada kami.
Bahkan ditahun berikutnya kami bisa berangkat Umroh dengan segala kemudahan dari Allah juga.
Berkat doa dari IBU kami..π·π
Alhamdulillah.. MasyaAllah Tabarokallah.. π»π»
π π
Lalu, Bagaimana itu cerita perjuangannya?π
Berawal dari impian yang saya ceritakan pada suami saya setelah menikah dan beliau mengiyakan, saya langsung berdoa sama Allah.
Semoga ditunjukkan jalan terbaik.
Lalu tak berapa lama kemudian, Allah hadirkan info bazar umroh. ππ
Wah.. Seketika hati berbinar..π
Dan langsung saja saya beritahu suami untuk mengagendakan hadir kesana.
Alhamdulillah kami pun bisa hadir. Lokasinya di Serpong. Dan kami pun berjuang untuk bisa tiba disana. Cileungsi -Serpong naik motor. Kehujanan.
Dan sesampainya disana, acara sudah mau selesai.
Alhamdillah ala kulli hal, kami sempat menyeriuskan langkah kami.
Rugi dong ya kan, sampai sana masa gak ada keseriusan?
Kami pun memilih satu stand travel umroh yang insyaAllah dengan jasanya kami dibantu.
Ternyata qadarullah, tak berjodoh dengan travel itu.
Setelah sekian bulan tak ada kabar.
Maha Dahsyatnya Allah, ternyata suami punya relasi yang ternyata kerja di travel umroh.
Wah masyaAllah... ππ
Relasi itu seorang ibu yang jam terbang dakwah Baitullahnya cukup tinggi.
Pada akhirnya saya pun berkenalan dengannya dan melakukan banyak sharing dengannya tentang perjuangan Baitullah secara detail.
Bahkan saya pun diajarkannya doa doa pemantapan hati menuju Tanah Suci. π
(Terharu kalau ingat itu)π
Dan alhamdulillah..
Segala kemudahan hadir..
ππ
MasyaAllah tabarokallah..
Dengan ikhtiar kami memberangkatkan IBU kami ke Baitullah terlebih dahulu, alhamdulillah kami pun juga bisa sampai sana.π
Terbukti janji Allah itu pasti. ππ
Jadi, jangan pernah ragu akan segala janjiNya.
ππ
Dan yang paling saya ingat juga,
Saat kami berjuang memberangkatkan kedua ibu kami kebaitullah, saya membuat grup yang personilnya hanya saya dan suami dengan nama grup: UMROH TURKI 2019.
Dengan harapan, kita Allah berangkatkan pula ke Baitullah dan bisa menjejakkan kaki di Turki. Melihat titik perjuangan islam disana.
(Padahal uangnya belum kelihatan hilalnya. π)
Biarkan ini menjadi doa dan Allah yang mempermudah jalan juang kami.
Allah yg memberangkatkan kami.
Tugas kita hanya berdoa dan berikhtiar terbaik.
Gaya banget gak si?
Uang aja ga ada, tapi berani menuliskan UMROH TURKI?
Harus diberanikan. Bismillah.
Sungguh Allah Maha Pemberi Yang Terbaik.
πΎπΎ
Tepat di awal tahun 2019, saya dapat tawaran mengajar di salah satu sekolah islam.
Yang alhamdulillah pemasukan dari mengajar di sekolah tersebut bisa untuk keseriusan langkah saya bisa umroh bersama suami.
Ajaibnya, saat niat itu mulai diseriuskan, saya melihat promo UMROH TURKI dengan harga sangat hemat. Terjangkau untuk kami. InsyaAllah.
Karena jauh lebih murah dibanding berbagai travel lain.
Karena kami sudah memberangkatkan ibu kami dengan travel itu, maka kami pun percaya.
InsyaAllah tetap aman dan nyaman.
Dan alhamdulillah... MasyaAllah Tabarokallah...
Akhirnyaaaa....
Kami bisa berangkat dengan segala kemudahan dari Allah.π :""
πΎπΎ
Dengan tabungan demi tabungan yang setiap kami ada rezeki berapapun, langsung ditransfer ke travel umroh tersebut.
π»π»
Jadi intinya
Untuk bisa mendapatkan kemudahan ke Baitullah, kita harus:
π±Perkuat tekad kita untuk bisa ke Baitullah.
π±Perbanyak sedekah.
π± Perbanyak doa, rayu Allah
π± Seriuskan langkah
π± Fokus to Allah
π± Aksi nyata. Buktikan keseriusan kita untuk Allah.
Saya doakan,
Untuk para pembaca kisah pengalaman saya bisa Go To Baitullah ini, bisa segera Allah undang ke Baitullah, baik untuk menunaikan ibadah umroh maupun haji dengan segala kemudahan dari Allah.
Aamiin allahumma aamiin.. π
So, katakanlah:
Baitullah I'm Cooming... π
(Sambil membayangkan mencium kabah)
π·π»π·
Oh iya, masih ingat dengan awal cerita kisah saya ini?
Tentang seorang dosen saya yg membuka pikiran untuk membuat paspor dan bisa ke luar negeri.
Qadarullah, Allah pertemukan kami di edisi Umroh-Turki perdana saya.π
ππ
Pertemuannya di atas pesawat. ✈️
Saat di bandara soeta.
Dan ternyata, kita mendapatkan jatah duduk satu bangku.
Jadi saya dapet jatah duduMasih ingat dengan awal cerita?
Tentang seorang dosen saya yg membuka pikiran untuk buat paspor dan memotivasi untuk bisa ke luar negeri ini.
Qadarullah, Allah pertemukan di umroh turki perdana saya.
Pertemuannya di atas pesawat. ✈️
Saat di Bandara Soekarno Hatta.
Dan ternyata, saya dan beliau dapet jatah duduk satu shaf. π
Jadi saat di pesawat, saya dan suami mendapatkan jatah duduk bangku tiga.
Nah Sang Dosen itu ternyata duduk di sebelah suami saya. π
MasyaAllah ya kan...
Begitulah ajaibnya Go To Baitullah.
Dan dibalik itu, sesungguhnya banyak sekali keajaiban lainnya yang saya maupun kami rasakan disana sebagai pembelajaran hidup.
πΎπΎπΎπΎπΎ
So, untuk yang belum pernah ke Baitullah.
Semoga bisa segera kesana ya.. π
Semangat berjuangπππ
π»π»
Bogor, Moeslimah Diskusi (Modis)
Jumat, 26 Juni 2020
@WhatsappGrup
Pukul 13.00
Acara ini dipersembahkan oleh:
π‘ Rumah Syaamil Qur'an (RSQ) Asy-Syahidah dan Syahidah Umroh travel. ✈
Untuk memenuhi kebutuhan perjalanan ke Baitullah Anda, insyaAllah kami siap membantu.
Info lebih lanjut, silahkan hubungi nomor hape berikut: 085717760043/ 081287131827

Masya Allah mba Amrinaaaa... Ceritanya begitu mendebarkan. Kuasa Allah penuh keajaiban ya. Baitullah We're coming for Hajj, Aamiin Allahumma Aamiin...
BalasHapusIya mba.. MasyaAllah tabarokallah.. Aamiin ya Rabb..
Hapus