Jadikan dirimu lebih baik dari taman bunga dengan akhlak... Biasakanlah berbuat baik, niscaya engkau akan menjadi manusia paling bahagia... Semangat memperbaiki diri, mengkualitasi waktu, dan mensyukuri segala nikmat... Yuk, luruskan niat... sempurnakan ikhtiar... dan bertawakal... ^___^
Minggu, 06 Maret 2016
Sehat dan Bahagia dengan Menulis
"Menulislah.
Sehat dan bahagiakan dirimu dengan menulis...."
_Amrina Syahidah_
Setiap orang, mempunyai hobi masing-masing.
Hobi adalah kegiatan yang paling disukai.
Dan dalam melaksanakan kegiatan itu, apapun rela dikorbankan
Baik uang, waktu, maupun pengorbanan-pengorbanan lainnya.
Masih bingung sebenarnya punya hobi apa?
Jangan jawab hobi tidur ya, karena tidur bukan kesukaan. Melainkan kebutuhan setiap manusia.
Yups, karena manusia bukan robot.
Pastinya harus tidur.
Cara mudah mengecek hobi adalah dengan menyadari apa hal yang paling kita sukai, nyaman, dan betah untuk berlama-lama mengerjakan hal tersebut.
Nah, coba deh kita belajar peka dengan diri kita sendiri.
Kalau sudah ketemu, cobalah untuk diseriuskan.
TOP banget kalau ternyata hobi kita bisa menghasilkan manfaat.
Baik untuk diri kita maupun orang lain.
Kembangkan hobi kita bersama dengan teman-teman yang memiliki VISI yang sama dengan kita.
Agar kita bisa saling bersinergi
***
Berawal dari kesukaan menggambar saat duduk dibangku Sekolah Dasar, hingga akhirnya berimajinasi membuat cerita pendek yang dibukukan.
Bukunya simple banget. Ditulis menggunakan pensil di kertas bekas yang di streples.
Setelah itu, kalau sudah jadi dibaca deh sama teman-teman.
Inget banget, cerita pendek itu bersambung sampai vol.5
Hehe...
Hobi itu tidak berlanjut.
Aku baru tersadarkan, saat aku duduk dibangku masa putih abu-abu.
Aku menemukan beberapa buku diary dikamarku, yang ketika aku kumpulkan, itu banyak sekali.
Bisa melebihi sepuluh buku. Dan aku tersenyum sendiri saat membacanya.
Finally, aku sadar kalau aku punya hobi menulis yang ternyata hanya tersalurkan dalam buku-buku diary tanpa olahan.
Ya, intinya. Aku sadar aku suka menulis.
Bisa berlembar-lembar tiap malam aku menulis diary saat itu.
Tepat di tingkat dua masa putih abu-abuku, aku menerima tawaran dari kakak mentorku untuk mengikuti lomba menulis cerpen yang diselenggarakan oleh Departemen Agama.
Sebanyak 100 lembar dan 2 lembar resensi aku buat, dengan bantuan dari kakak mentorku itu.
Walau saat itu, masih teringat jelas. Lomba tersebut bertepatan dengan UAS kenaikan kelas.
Wah ternyata, menulis itu butuh FOKUS. Dan menulis membuat banyak waktu kita tersita. Oleh karena itu, seorang penulis pasti mempunyai disiplin waktu. Itu tantangannya.
Sehingga aku pun belajar membagi waktuku, antara belajar untuk UAS kenaikan kelas dan menulis untuk mengikuti perlombaan.
Alhamdulillah, walau aku tidak juara. Aku dapat peringkat satu saat itu.
Setidaknya aku bisa membuktikan pada kedua orang tuaku, walau aku punya cita-cita, perioritas tetap bisa aku pertahankan. Bahkan ditingkatkan
Tidak sampai disitu, hobi tetap berlanjut. Menulis. Dan terus menulis.
Walau hanya di diary, di draft hp, di kertas bekas, maupun dikomputer.
*Kala itu, aku punya komputer. Belum punya laptop. Dan komputer pun boleh dikasih.
(Allah Maha Baik ya...)
Hingga akhirnya aku lulus sekolah, kerja, dan kuliah...
Hobi ini terus berkembang.
Walau semakin lama semakin tumbang.
Alias, tidak istiqomah.
Jarang menulis diary, males menulis di hape, tidak sempat menulis di laptop.
(Ceritanya udah punya laptop saat kuliah. Hasil kerja. Alhamdulillah ya...)
Sibuk.
Lebih tepatnya sok sibuk.
Sehingga aku melupakan menulis.
Tapi jauh dilubuk hati, aku suka menulis.
Dan ingin terus menulis. Hingga menjadi pribadi bermanfaat dari apa yang sudah kutulis.
Ketika masuk dunia perkuliahan di kampus, aku mengenal kelompok penulis islam.
Untuk menjaga dan mengembangkan hobi, kita harus bersama dengan teman-teman yang satu visi.
Setelah aku telusuri, aku pun tertarik untuk bergabung bersamanya.
Alhamdulillah aku bisa bergabung dan menerbitkan karya disana.
Meski kurasa masih sangat sederhana dan masih harus terus belajar, aku berharap semoga karya akan tulisanku terus bermanfaat untuk setiap orang yang membacanya. (Aamiin)
Untuk menjaga niat, mengembangkan bakat, tidak bisa berhenti belajar.
Harus terus belajar dan belajar.
Aku pun belajar menulis bersama Forum Lingkar Pena Bekasi.
Menulis tidak hanya sekedar menulis,
Penulis pun harus banyak membaca.
Sebagai sumber referensi dan menajamkan ide.
Aku pun belajar dalam kelompok Indonesia Membaca.
Agar menulis bisa terus menghasilkan,
Aku pun belajar dalam Pengusaha Kampus Writerpreneur.
Pun, dalam menulis sangat diperlukan sikap KOMITMEN.
Itu adalah hal terberat.
Maka aku juga belajar di 30 Day Writing Challenge
Menulislah,
Semoga kita bisa meninggalkan jejak bermanfaat kita...
Melalui karya-karya kita.
Melalui tulisan kita.
Melalui hasil jerih payah perjuangan kita.
Yuk belajar, belajar, dan terus belajar.
Jangan pernah berhenti belajar.
Dan menulis adalah salah satu pembelajaran ampuh.
Karena menulis itu menyehatkan.
Dengan menulis, pikiran dan hati menjadi sehat, badan pun kuat.
Kenapa badan juga kuat?
Karena ketika hati dan pikiran sehat, badan tidak mungkin berpenyakit.
Sejatinya, penyakit berasal dari pikiran dan hati yang tidak sehat.
Yuk belajar menulis!
Menulis itu menyehatkan dan membahagiakan~
#SalamSemangat
#SalamIstiqomah
#30DWC21
#Muda10 #NN'16 #PKWJ
_Amrina Anggrarini, IM_
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Keren Mbak Amrina! Terus menulis! :)
BalasHapusPengalaman diri yang memberikan inspirasi,, :)
BalasHapus