Meskipun ia tersembunyi, namun getarannya tampak sekali.
Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan.
Pernah jatuh cinta?
Setiap manusia pasti pernah merasakan jatuh cinta.
Merasakan indahnya cinta, merasakan nikmatnya saling menyayangi, dan saling mencintai.
Baik itu cinta kepada Sang Pencipta kita, kepada orang tua kita, teman-teman kita, maupun cinta dengan barang yang paling kita suka.
Jangan salah, tidak sedikit loh manusia yang cinta terhadap barang atau harta yang dimilikinya.
Jatuh cinta, suka, sayang pada sesuatu atau seseorang itu wajar.
Yang berbahaya, jika cinta itu terlalu berlebihan.
Pun ketika jatuh cinta pada lawan jenis yang bukan mahram, lalu tidak bisa menyikapinya dengan benar.
Maka akan terjerumuslah kedalam jurang kemaksiatan yang sangat menyesatkan. *Naudzubillah.
Terlebih jika mencintai seseorang namun orang yang dicintai itu tidak merespon. Alias cinta bertepuk sebelah tangan. Wah, itu bisa membuat banyak masalah dalam diri. Yang bisa menjadikan banyak penyakit. Terlebih jika sampai membuat depresi hingga bunuh diri.
Innalillahi... Naudzubillah... *Jangan sampai yah!
Berbicara cinta, pasti banyak yang dirasa. Apa yang dirasakan saat sedang jatuh cinta?
Biasanya kalau jatuh cinta hati berbunga-bunga, mendadak jadi senyum senyum sendiri, lupa aktifitas, dan yang pasti ingin selalu bersama dengan yang dicintai.
Seolah apapun ingin dipersembahkan untuk sang pujaan hati.
*Aiiihhh... Lebay banget. Dan memang begitu keadaannya.
Namun jangan salah...
Jatuh cinta itu ada baiknya, kita jadi selalu BAHAGIA.
Mau bahagia?
Sering-seringlah JATUH CINTA.
Eits, ada syaratnya!
Letakkan cinta kita pada sesuatu yang tepat dan yang seharusnya.
Alias, cintailah sesuatu yang halal....!
Cinta halal?
Yups. Cinta pada Allah. Cinta pada orang tua kita. Cinta pada saudara kita, kakak atau adik kita. Cinta pada sahabat-sahabat kita. Cinta pada aktivitas-aktivitas positif. Dan, cinta pada orang-orang yang mencintai Allah.
Untuk cinta pada yang selain itu, atau cinta pada lawan jenis, itu diperbolehkan jika sudah HALAL.
Selama belum menjadi yang halal, harus menjaga setiap rasa yang tercipta dengan baik ya...
Oia cinta itu ada porsinya.
Dan ukuran porsi cinta terbesar adalah CINTA kepada ALLAH.
Cinta kepada selainNya, silahkan dibagi secara wajar.
Tidak boleh ada rasa cinta didalam hati kita yang melebihi rasa cinta kepadaNya.
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.” (Al-Baqarah: 165).
Tidak sedikit ada curahan hati yang dilimpahkan pada saya terkait cinta yang hadir dalam diri seseorang. Jelas sekali, rasa cinta yang tidak bisa dikendalikan akan menjadikan seseorang menjadi pribadi rendah dan terhina. Hanya karena cinta.
REM!
Kita harus punya kontrol atas setiap rasa yang hadir dalam diri kita.
Sikapi rasa cinta secara wajar. Selebihnya, berikan rasa cinta itu padaNya.
Rasa benci pun, sikapi dengan wajar. Selebihnya, tawakalkan padaNya.
*Ingat, rasa benci yang tercipta pun HARUS karena Allah. Tidak karena iri, dengki, atau dendam, dan lain-lain. Karena rasa benci itu bisa mematikan kita jika tidak diletakkan secara tepat.
Yuk, kita belajar memaknai dan menyikapi CINTA dengan baik.
Cinta yang dipenuhi dengan nafsu yang menggebu dan pengharapan penuh tanpa diiringi dengan rasa ikhlas dan tawakal padaNya, akan menjadi sumber kekecewaan pada diri yang dapat menjadikan diri terpuruk bahkan terhina.
Sesungguhnya cinta itu mulia.
Maka muliakanlah cinta kita dengan semakin mencintaiNya...
#SalamSemangat
#SalamIstiqomah
#30DWC23
#Muda10 #NN'16 #PKWJ
_Amrina Anggrarini, IM_

Tidak ada komentar:
Posting Komentar