Minggu, 25 Desember 2016

Untukmu yang Akan Menikah dan Telah Menikah


Banyak orang tidak diizinkan membangun gedung, tanpa terlebih dahulu menyandang gelar sarjana teknik. Atau ilmu-ilmu yang mumpuni. Namun, tidak jarang banyak orang merekomendasikan siapa saja, laki-laki atau perempuan, untuk membangun maghligai rumah tangga, tanpa mempertanyakan dan memastikan terlebih dahulu kapabilitas dan responsibilitas yang dia sandang. (Alias kesiapannya)
Padahal kehidupan yang didasari pengetahuan, jelas berbeda dengan kehidupan yang dilakoni atas dasar coba-coba. Juga tidak sedikit orang yang nekad menikah hanya modal cinta, padahal mata cinta tak kuasa menembus lapisan kepribadian.

Dan yang terpenting bukan pernikahan itu sendiri. Melainkan apakah kebahagiaan akan akrab menemani hari-hari pasangan suami istri pasca pernikahan? Atau apakah pikiran dan perasaan kedua belah pihak selalu bertemu pada titik pertengahan terhadap aneka problem yang mendinamisasi kehidupan berumah tangga? Lalu apakah keduanya akan merengkuh ketenangan atau justru tercengkram dalam kubangan kesengsaraan? Dan apakah kemesraan dan keromantisan yang dirasakan pada awal-awal pernikahan selalu langgeng atau justru semakin menciut bahkan sirna seiring berlalunya rentan waktu dan menuanya usia rumah tangga?

Buku ini rujukan instan untuk dibaca temen-temen yang mau nikah dan yang sudah nikah. Khususnya untuk teman-teman yang berniat mau mengarungi samudera pernikahan. Agar bisa berlabuh dengan selamat  di dermaga sakinah mawaddah wa rahmah.
Isi buku ini menjelaskan secara lengkap dan detail tentang pernikahan dan kehidupan didalamnya.
Dari urgensi pernikahan, faedah pernikahan, anjuran menikah, penderitaan dan pengharapan, kriteria calon istri dan suami yg ideal, kiat dan cermat memilih jodoh, spiritualitas pernikahan sukses, larangan menikah dengan laki-laki atau perempuan yg bagaimana, peran orang tua dalam memilih jodoh untuk anaknya, siapa yang memilihkan untukmu jodoh yang tepat, peran takdir dalam memilih jodoh, efektifitas melihat pasangan, hukum-hukum/kiat-kiat/pilar-pilar pernikahan, seputar pertunangan dan kemeriahan walimah, doa pernikahan, tanggung jawab dan hak-hak suami istri, peringatan dan larangan, kesengsaraan rumah tangga, problematika rumah tangga dan kiat mengatasinya, masalah fikih suami istri. Bahkan dijelaskan pula contoh kasus kehidupan rumah tangga antara harapan dan kenyataan, humor rumah tangga, serta dijelaskan pula tentang cara menjaga keromantisan sepanjang kehidupan dengan ketaatan kepada Allah. Hingga mencapai kebahagiaan dunia akhirat.

Ada pembelajaran yang paling aku sukai dibuku ini. Pada bagian ungkapan kebahagiaan rumah tangga:
~Kebahagiaan rumah tangga adalah istri yang penurut dan suami yang bersabar.
~Kebahagiaan rumah tangga bersumber pada perlakuan baik antara suami istri satu sama lain.

Dan pembelajaran bab ketaatan pada Allah dan kebahagiaan rumah tangga.
Yang intinya menjelaskan:
"Unsur utama kebahagiaan rumah tangga adalah cinta dan ketaatan suami istri pada Allah, sebab hanya Allah yang dapat mengharmoniskan, memberkahi, dan mengakrabkan hati suami dan istri."
Jadi, semakin teguh iman dan komitmen kita terhadap ajaran Allah, maka akan semakin bahagia pula kita di dunia dan akhirat.

Pun ternyata dalam kehidupan berumah tangga harus bisa menjaga komunikasi dan keromantisan antara suami istri. Bahkan edisi cerita tidak penting itu menjadi sangat penting untuk dibicarakan. Dan edisi mengungkapkan perasaan menjadi keharusan yang harus dibiasakan. :)

Pembelajaran dahsyat dari buku ini selain cukup mendetail, ada bab yang menjelaskan bahwa Pernikahan Karena Cinta Pasti Gagal.
Penelitian yang dilakukan di Universitas Ain Syams mengatakan, "75% pernikahan yang dilakukan setelah proses pacaran yang romantis berujung pada kegagalan total dan perceraian. Sedangkan pernikahan yang dikenalkan oleh keluarga, teman, saudara, atau tetangga menunjukkan jumlah keberhasilan yang mencengangkan, melebihi angka 95%".

Kenapa?
Karena pernikahan yang sukses biasanya terjadi antara dua orang yang menyadari bahwa cinta hanyalah salah satu-bukan satu satunya-unsur pernikahan.
Unsur yang lebih penting adalah sikap saling memahami, kasih sayang, kesanggupan memikul tanggung jawab, dan kegigihan menyukseskan pernikahan. Bukan menyerah saat menghadapi masalah pertama.

Pun dijelaskan pula bahwa, "Bisikan hati menjerumuskan kepada kegagalan, sedangkan bimbingan akal menjamin kebahagiaan."

Dan dibalik semua itu ada bab yang menjelaskan tentang Peran Takdir Dalam Pemilihan Jodoh.
Disinilah dijelaskan tentang ketundukan hamba dalam menerima segala takdirNya.
Yang jelas, usaha untuk menjadi orang yang mulia, jujur, terpercaya, terdidik, sukses, dan terhormat sangat membantu seseorang dalam menemukan jodoh terbaik dalam waktu yang tepat.

🌻🌻🌻
Judul buku: Untukmu yang Akan Menikah dan Telah Menikah
Penulis: Syaikh Fuad Shahih
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
Jumlah hal: 426
Diresume oleh: Amrina Anggrarini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar