Kata siapa dunia kerja jadi dunia yang indah tanpa
tantangan? Hello… saya pribadi menilai dunia kerja adalah dunia yang penuh
lika-liku maksiat jika tidak pandai menjaga diri. Bagaimana tidak, orang yang
berkecimpung didalamnya selalu digoyahkan oleh tantangan iman. Selalu ya,
selalu dan sudah pasti. Tidak bisa tidak. Dua tahun seusai masa sekolah
berakhir, saya bergelut didunia kerja yang penuh lika-liku. Maka saya pun
berniat untuk mengakhiri masa itu. Baik dunia kerja pertokoan maupun
perkantoran. Karena menurut saya semua sama saja. Sama-sama bersifat keduniawian.
Diakui atau tidak diakui, ujian iman di dunia kerja sangat melemahkan. Baik dari
pikiran yang jauh dari Allah, kegiatan yang jauh dari nilai islam, pergaulan
laki-laki perempuan yang agak cair, hingga gaya hidup yang mungkin memengaruhi
untuk bersifat konsumtif atau hedonisme. Sadar atau tidak sadar.. *Biarkan hati
yang menjawab..
Luar biasa Allah mengeluarkan saya dari lingkar
pikiran hedonisme dunia kerja dengan caraNya. Dunia, semakin dikejar semakin
haus dirasa. Alhamdulillah Allah pertemukan saya dengan lingkaran-lingkaran
cinta menuju jalan kepadaNya. Hingga akhirnya, istikharah menuntun saya berada
di tempat ini.
Yeah, “Kampus Hijau” tercinta…
Alhamdulillah Allah izinkan saya berada disini. Berjuang berada dijalanNya yang sungguh sangat berliku. Indah, penuh ukhuwah, sangat berwana, penuh cinta bertabur bunga.
Alhamdulillah Allah izinkan saya berada disini. Berjuang berada dijalanNya yang sungguh sangat berliku. Indah, penuh ukhuwah, sangat berwana, penuh cinta bertabur bunga.
Oh… Allah.. Romantisnya takdirMu…
Hingga akhirnya, ada satu momen dimana saya harus
menginjakkan kaki didunia kerja. Allah… Ingin rasanya saya berteriak, “Tidak!
Saya tidak mau ada didunia kerja!”
Sekuat apapun jeritan itu, akal pikiran berusaha
menenangkan. “Sabar, ini hanya PKL (Praktik Kerja Lapangan) dan tujuannya
adalah untuk belajar. Belajar. Ingat, Belajar! Ayo, semangatkan diri untuk
belajar karena Allah.”
Bismillah, mencoba memaknai kata belajar di dunia
kerja. Bismillah untuk mencari tempat terbaik yang meminimalisasi terjadi
hal-hal aneh didalamnya. Karena ujian iman di dunia kerja pasti melemahkan. Ini
alasan terkuat saya untuk ragu bergabung bersama teman-teman yang berkecimpung
didunia perkantoran pada umumnya. Bahkan ditawari ditempat bergengsi pun saya
berpikir seribu kali. *Astagfirullah…
Dahsyatnya kekuatan pikiran.
Mungkin karena pikiran dan hati sinkron untuk tidak ingin terjun ke dunia kerja, banyak pengajuan izin tempat yang seolah lama sekali untuk memberi jawaban pastinya kepada saya.
Mungkin karena pikiran dan hati sinkron untuk tidak ingin terjun ke dunia kerja, banyak pengajuan izin tempat yang seolah lama sekali untuk memberi jawaban pastinya kepada saya.
Innalillahi… banyak-banyak istigfar… semoga Allah
tunjukkan tempat terbaiknya untuk saya. Hingga deadline timeline kesabaran saya
jatuh dititik inti, saya belum mendapat kepastian dari pihak manapun. Baiklah,
saya mengikhlaskan. Mungkin tidak sekarang kesempatan saya untuk belajar terjun
ke dunia kerja. Positif thinking pasrah total ke Allah, mungkin Allah ingin
saya istirahat sejenak.
Bismillah, sharing sama saudara dekat. Bahkan berniat
untuk jalan keluar kota hingga merencanakan akan berangkat ke Bromo. Detik-detik
saat hunting tiket dicanangkan, tiba-tiba salah seorang teman saya menghubungi
dan bertanya, “Amrina apa kabar? Sudah dapat kabar belum? Segera hubungi
sekarang ya…”
Dan entah malaikat dari mana yang tiba-tiba bisa
membuat hati ini semangat untuk segera menghubungi salah satu pihak terkait. Padahal
saat itu hati sedang membara ingin berangkat menikmati hidup dengan keindahan
duniawinya. Namun, Bismillah.. Saya coba menghubungi dan…
“LUSA.” Lusa akan mendapat kabar.
***
Jreng jreng… ketika LUSA tersebut sudah tiba,
Jawabannya, “LUSA” lagi.
“LUSA silahkan datang dan selamat belajar di tempat
kami…”
*Allahu Akbar…^^
***
~CV. Pustaka Al-Kautsar~
Dunia kerja yang sederhana, manis, penuh ukhuwah,
dan cinta kepadaNya.
Lokasi strategis, terjangkau dari rumah, tidak jauh
dari kampus dan dekat dengan tempat mengajar. Didalamnya terdapat banyak buku islam yang
dari judulnya saja mengandung kecintaan padaNya, bahkan kajian rutin pun selalu
terlaksana di setiap pekan. Ukhuwah, jangan ditanya. Alhamdulillah persaudaraan
antara karyawan satu dengan yang lainnya terjalin mesra dan berbatas. Tidak bebas
tanpa aturan. Melainkan bebas dan berbatas.
Terimakasih Pustaka Al-Kautsar~
Terimakasih Tim Marketing…
Terimakasih atas segala kesempatan belajar dan
bimbingannya selama proses pembelajaran…
***
Terimakasih Allah~
Semoga Kau senantiasa berkenan menempatkanku
ditempat yang baik dan bersama orang-orang yang baik,, yang senantiasa
mencintaiMu dan menambah kecintaanku padaMu… Aamiin…



Tidak ada komentar:
Posting Komentar