La Tahzan for Muslimah Karier
Jangan bersedih, kerjamu adalah ibadah.
"Tanamkan dalam setiap detik satu pujian, setiap menit satu gagasan, dan setiap satu jam pekerjaan".
"Sesungguhnya kita memerlukan harta untuk hidup, tapi bukan berarti kita harus hidup demi harta".
Buku ini menjelaskan tentang, bagaimana muslimah seharusnya dalam berkarir.
Karena muslimah berkarir kini bukanlah merupakan hal yang tabu. Baik berkarir di perusahaan maupun bisnis pribadi. Pun dalam islam tidak pernah mensyariatkan untuk mengurung wanita didalam rumah.
Seperti halnya istri Rasulullah, Khadijah ra, tidak hanya berdiam diri serta bersembunyi didalam kamarnya. Melainkan sebaliknya, Khadijah ra adalah wanita yang aktif didunia bisnis. Bahkan sebelum Rasulullah menikahinya, ia pernah kerjasama bisnis dengan Rasulullah hingga ke negeri Syam. Dan setelah menikah, tidak berarti ia berhenti dari aktivitasnya. Karena penghasilannya pun sangat menunjang kebutuhan dakwah umat.
Buku ini berisi pedoman yang menguatkan muslimah untuk bisa bekerja tanpa harus bersedih karena takdir menjadi seorang muslimah. Karena tidak sedikit muslimah yang lebih menitik beratkan karirnya daripada amanah utamanya sebagai ibu saat sudah berumah tangga.
Sejatinya, dunia muslimah berkarir bukan tanpa hambatan dan rintangan yang dapat menyebabkan muslimah rapuh dalam kesedihan. Dan buku ini juga memotivasi untuk membangkitkan semangat berkarir tanpa mengesampingkan tugas utamanya sebagai wanita jika sudah berkeluarga maupun sudah memiliki anak.
Isi buku ini bagus. Menguatkan muslimah untuk terus aktif, bekerja, bermanfaat, dan yang pasti menumpas kesedihan untuk muslimah yang dilema. Karena memang tugas wanita banyak sekali.
Hingga didalam buku ini dijelaskan tentang bagian perasaan, pikiran, hati, ujian, la tahzan (dari berbagai ujian yang menimpa muslimah), hingga berakhir pada bagian kesuksesan muslimah dan dinyatakan bahagia.
Pada bagian perasaan dijelaskan mengenai berbagai macam perasaan yang biasa dirasakan oleh sebagian besar muslimah. Dan solusinya adalah bersikaplah optimis, sekalipun engkau berada disumber badai. (Hal.27)
Untuk masalah pikiran, setiap muslimah senantiasa berserah diri kepada Allah atas segala situasi yang Allah takdirkan.
"Sesungguhnya aku benar-benar berharap kepada Allah sehingga dengan kesabaran yang baik seakan aku dapat melihat apa saja yang telah dilakukan Allah kepadaku". -Aidh Alqarni- (hal.44)
Untuk masalah hati, muslimah harus bisa menyerahkan urusan hatinya dengan penuh pengharapan hanya kepada Allah, tidak berputus asa, positif thinking, selalu yakin kepadaNya, dan selalu berbuat kebaikan. Agar menjadi manusia yang paling berbahagia.
Hadapi semua hal dengan sabar dan penuh ketenangan.
"Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai Allah, yaitu sabar dan tidak tergesa-gesa". -HR. Bukhari- (hal.71)
Selanjutnya pada bagian ujian, muslimah harus bisa menikmatinya. Karena memang sejatinya hidup ini berisi ujian yang bertujuan untuk menguatkan. Dan ujian menjadikan diri agar memiliki pribadi yang lebih baik serta berkualitas. Pun Allah punya tujuan agar para muslimah terus belajar - agar kembali kepada jalan kebenaran. QS. Al-A'raf:168
La Tahzan!
Bersabarlah dan teruslah berusaha.
"Apabila semua hubungan telah terputus dan semua pintu telah ditutup, maka Allah-lah yang akan melenyapkan kesusahan kita..."
Aidh Al-Qarni (hal.131)
Sukses dan berbahagia di buku ini dijelaskan penuh makna dan tersirat. Dimana kesuksesan pasti dapat diraih dengan kesabaran, kegigihan, ketekunan, pantang menyerah, sabar dan penuh syukur. Pun kesuksesan itu bersamaan dengan datangnya kebahagian, dan kebahagian sendiri hadir berbarengan dengan ujian yang terkadang menyedihkan.
Jadi intinya,
Kebahagiaan adalah suatu perasaan yang bisa diciptakan sendiri. Dan kebahagiaan itu akan selalu hadir apabila kita membuat konsep mencintai Allah setiap saat. Itulah kebahagiaan yang mempunyai pengertian lebih dalam daripada semua makna yang terdalam.
Judul buku: Laa Tahzan for Muslimah Karier
Penulis: Riyadus Shalihin Emka
Penerbit: Araska PuPublisher
Di resume oleh: Amrina Anggrarini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar