TOL KEBERUNTUNGAN
Membalik pahitnya Hidup Menjadi Puncak Kesuksesan.
Buku ini berisi tentang hakikat jalan hidup yang seharusnya kita lalui selama mengarungi samudera kehidupan. Karena merupakan hasil dari perjalanan spiritual nyata dari si penulis.
Yang saat ini berhasil bangkit dari keterpurukan hidupnya dan lebih sukses dari perjalanan hidup sebelumnya.
Buku ini berisi banyak pesan bermakna, yang bisa jadi pembacanya akan benar-benar menjadi pribadi yang beruntung jika mengamalkan pesan kehidupan dalam buku ini.
Buku ini pun akan bisa mengantarkan kita ke dunia baru.^^
Beruntung: orang yang beruntung berarti apa-apanya untung. Ringan usahanya. Besar hasilnya. Sekali lagi, apa-apanya untung...
-Disaat orang nabung lama untuk bisa beli rumah atau bahkan bela-bela KPR, kita justru dapat rumah GRATIS seolah tanpa usaha.
-Disaat orang menikah dan menemukan pasangan yang tidak cocok, kita justru dipertemukan dengan pasangan hidup yang sangat sesuai dengan impian kita. Dapet bonus pula. Ternyata dia anak orang kaya atau dia sendiri memang kaya.
-Disaat orang menikah dan lama menanti hadirnya keturunan, kita justru dimudahkan punya keturunan hingga repot atur KB kalender.
-Disaat orang sakit lama tak kunjung sembuh, kita justru selalu dikasih sehat. Selalu dikasih penyakit yang ringan obat dan resikonya.
-Disaat orang menunggu antrian berangkat haji, kita justru dapat hadiah haji GRATIS plus berangkat nggak pake antri.
-Daaan... Disaat orang berjuang ingin punya kedudukan dan kehormatan, kita justru dihormati dan diberi derajat yang baik. Sampe-sampe kita sendiri nggak merasa kalau kita begitu terhormat dimata orang.
MasyaAllah..
Kerennya lagi, orang beruntung gak harus pinter. Keberuntungan adalah hak siapapun. Dan orang yang berhak mendapatkan keberuntungan adalah.. (Baca) QS. Al-Baqarah: 5, QS. luqman: 4-5, QS. At-Taghabun: 16, Al-jumuah: 10, Al-Anfal: 45)
Dalam kehidupan, ada lima masalah utama yang umum dialami banyak orang:
1. Jomblo forever
2. Nikah tapi enggak punya keturunan
3. Keluarga lengkap tapi enggak harmonis
4. Keluarga lengkap dan harmonis tapi kena sakit dan enggak sembuh-sembuh
5. Keluarga lengkap, harmonis dan sehat tapi hutang numpuk bikin stress.
Dan dibuku ini dijelaskan delapan jalur keberuntungan agar bisa melewati masalah-masalah kehidupan.
Jalur 1: Beriman dan bersyukur sempurna (Dijelaskan detail dengan bahasa yang mudah dipahami dan contoh konkrit yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan)
Jalur 2: Mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yakin dengan adanya negeri akhirat. (Dijelaskan tentang persembahan hati kita total untuk Allah, jadi bikin sadar dan merasa 'aku mah apah atuh..')
Jalur 3: Dermawan
(Dijelaskan untuk mempersembahkan diri kita sepenuhnya milik Allah hingga ke harta dan semua yg kita miliki memang milik Allah)
Jalur 4: Selalu berdzikir, banyak mengingat Allah.
(Dijelaskan contoh kasus banyak kemudahan yang akan kita dapatkan jika kita selalu melibatkan Allah dalam setiap urusan)
Jalur 5: Shalat Malam/ Tahajud.
Jalur 6: Selalu bertaubat
Jalur 7: Selalu beramal baik
Jalur 8: Jihad dan dakwah
(Semuanya dijelaskan dengan bahasa yang disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari. Sehingga mudah di mengerti dan langsung diamalkan. Alias bikin sadar diri)
Dibuku ini juga dijelaskan mengenai revolusi bebas hutang.
Caranya: kalau punya hutang, dibayar. Atau jangan berhutang. Biar enggak punya hutang.^^
Ada juga cara lain, dan ini idenya masyaAllah banget: cari washilah. Bisa dengan bikin tabungan pelunasan hutang. (Kalau kita punya tabungan impian, tabungan naik haji, dll, harus punya juga tabungan hutang kalau memang punya banyak hutang. Hutang itu akan mempersulit hidup kalau tidak ada usaha melunasi) selain itu perbanyak membantu orang lain. Sempurnakan bakti juga kepada kedua orang tua. Serta, jangan pernah menolak dimintai tolong jika kita bisa bantu.
Oia dibuku ini ada 3 pondasi iman yang paling aku suka:
*"Allah pantang mendzolimi hambaNya, Allah selalu memberi yang terbaik, dan tidak ada yang mustahil bagi Allah".*
*khusnudzon dengan Alah. Semua skenarioNya pasti yang terbaik.
Semoga kita menjadi orang-orang yang Allah kasih keberuntungan. Baik di dunia maupun akhirat.
((Aamiin))
Buku: Tol Keberuntungan
Penulis: Awan Abdullah
Penerbit: Lampu Hijau Yogyakarta
Jumlah hal: 178lbr
Diresume oleh: Amrina Anggrarini, IM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar