Rabu, 17 Mei 2017

Hijrah Kita Untuk Dia

Hijrah.
Berbicara hijrah rasanya sampai saat ini pun diri ini masih terus berusaha untuk berhijrah.
Yang pasti yang namanya hijrah menuju kebaikan itu tidak ada yang mudah. Dan sangat diperlukan perjuangan yang sangat di ikhtiarkan untuk bisa istiqomah.
Tidak semudah bicara. Dan tak semudah wacana. Sangat perlu tindakan nyata.

Lakukanlah...
Dari sekarang. Dari diri sendiri. Dan mulai dari saat ini.

Terkadang hati kita tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Namun pada kenyataannya, tingkah laku kita terkadang tidak mencerminkan apa yang sesungguhnya diketahui tersebut.
Nah, itulah sejatinya PR kita.

Sama halnya seperti belajar. Buat apa belajar kalau tingkah kita tidak berubah seperti halnya ilmu yang sudah kita ketahui.
Yang namanya belajar, tujuannya adalah menjadikan kita menjadi pribadi yang tau atau bahkan lebih tau. Sehingga pribadi kita pun menjadi lebih baik.
Syaratnya apa?
Yups, belajar lalu mengamalkan apa yang sudah kita pelajari.

***

Seketika dapat pertanyaan dari adik kelas yang sholihah, mengenai hijrah dan istiqomah. Dan ia memintaku untuk menceritakan perihal tersebut.

"Ka aku mau sharing perihal hijrah kaa... Cerita doong awal mula kaka bisa istiqomah. Aku tuh ngerasa kok susah banget yaaa..."
Ungkapnya melalui chat.

Yups. Benar sekali...
Hijrah dan istiqomah adalah dua hal luar biasa yang tidak mudah.
Namun bukan berarti tidak bisa.

Awal berhijrahku dimulai dari kenyataan rindu kebersamaan menuntut ilmu. Sebut saja lingkaran ngaji.
Tepat di tahun 2010, usai menyelesaikan studi putih abu-abu, aku kerja.
Setelah kurang lebih satu semester aku bekerja di bidang retail, aku merasakan puncak kerinduan pada lingkaran yang sudah tak lagi terjamah olehku.

Rindu itu jangan di pendam. Wujudkan dengan ikhtiar terbaik. Terlebih rindu dalam hal kebaikan...

Maka, setelah berdoa aku pun seolah dikasih jalan oleh yang Maha Kuasa.
Aku jatuh sakit dan akhirnya resign dari kerjaanku di bidang retail tersebut.
Setelah pulih, aku mendapatkan panggilan kerja yang lumayan lebih baik.
Dan akhirnya, aku merasakan hidupku lebih tertata.

Tepat tahun 2011.
Aku kerja di salah satu perusahaan produksi sparepart di Jakarta. Dahsyatnya saat bekerja disana rinduku bisa tercurahkan dengan sangat baik. Alias, Allah kasih jalan aku untuk berada dalam lingkaran ngaji dan beberapa majelis ilmu. Baik dalam urusan dunia maupun akhirat.

Alhamdulillah...
Hijrah pertamaku akhirnya Allah mudahkan.

Dan hikmah dari hijrah pertama adalah
"Perlunya kita berjuang karena Allah. Ikuti kata hati, pahami petunjukNya, dan... jalankan segala hal yang merupakan petunjuk tersebut."
Harus dipahami juga, bahwasanya hidayah itu wajib kita jemput. Kalau kita mau jadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat...

Pun jangan pernah merasa aman. Kita harus terus mencari ilmu dan bersama dengan orang-orang baik yang satu visi: hidup untuk Allah...

Singkat cerita, setelah beberapa bulan kerja di perusahaan itu dan menikmati ritme berada dalam lingkaran yang aku rindukan, ada kisah yang membuatku berjuang untuk istiqomah hingga saat ini.

Apa itu?

AMANAH.
Yups. Sejatinya, amanah itu datang dari Allah dan sangat berfungsi untuk menjaga diri kita.
Disinilah romantisnya Allah...

Ramadhan 2011.
Amanah itu datang dipundakku. Tepat dibulan penuh cinta.
Pertama kalinya membina lingkaran adik-adik sholihah di salah satu sekolah SMPIT daerah Bekasi. Tepatnya tidak jauh dari rumahku.
Jangan ditanya bagaimana bergelombangnya hatiku saat menjalankan amanah ini ditahun pertama.
Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar hingga saat ini.
Bahkan sempat diamanahkan membina lingkaran lain, seperti lingkaran SD SMP remaja masjid, lingkaran mahasiswa baru di kampus (saat diperkuliahan), lingkaran rohis SMK ku, lingkaran kelas internasional, lingkaran SMAIT, dan lingkaran perfect student.

Innalillahi wa barakallah...

***

Dan perjuangan itu tidak pernah berhenti. Mimpi itu harus aku ikhtiarkan untuk bisa terwujud. Untuk Allah.

Semangat membara dalam jiwa ini Alhamdulillah Allah jaga.

Tepat Juni 2012.
Allah izinkan aku mengikuti tes seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Jangan kira sesimpel itu.
kerja sambil persiapan mengikuti tes SBMPTN butuh perjuangannya luar biasa.
Hingga pada akhirnya Allah pun mengizinkan mimpi itu terwujud.

Tepat Juli 2012.
Aku dinyatakan LULUS untuk bisa menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta.

Setelah itu...
Proses hijrah, seolah Allah bantu untuk bisa istiqomah melalui amanah kuliah beserta amanah-amanah lain didalamnya.

Dan taukah,
Sungguh perjuangannya tidak ada yang mudah.

Hingga pada akhirnya,

Alhamdulillah...
Allah mudahkan pula bisa lulus kuliah tepat waktu.

September 2016, aku WISUDA... ^_^

Dan usai wisuda,
aku meneruskan langkahku di lingkar qur'an.
Bahkah bisa aktif berkontribusi di Rumah Cinta Qur'an hingga saat ini.

Semoga Allah tunjukkan jalan dan langkah terbaik untuk kedepannya..
Semoga Allah jaga dan bimbing kita semua selalu dalam kebaikan-kebaikan di jalanNya...

Aamiin...

***

Yuk!
Semangat berhijrah.(^^)9
Untuk Allah dan karena Allah...~♡

Tidak ada komentar:

Posting Komentar