Jumat, 14 Oktober 2016

Mengenang dan Memantapkan Langkah (Berserah)


Ada kebahagiaan tersendiri saat menjadi pengajar.
Indahnya berbagi ilmu.
Indahnya berbagi pengalaman.
Indahnya berlimpah berkasih sayang...

Semoga Allah muliakan dunia pendidikan dengan ilmu yang bermanfaat dan pahala yang terus mengalir...
***
Seketika teringat pada waktu tepat di setahun yang lalu...
Waktu dimana aku kamu kita, angkatan pendidikan 2012 melaksanakan Praktik Kegiatan Mengajar. 
Waktu dimana kita semua deg-deg'an dengan banyak hal. Baik penempatan sekolah, situasi sekolah, situasi kelas, jam ngajar, maupun segala hal tentang perangkat pembelajaran di dalamnya.

Dan pastinya, waktu dimana kita dilema dengan langkah KONKRIT yang harus kita persiapkan untuk memasuki semester paling mendebarkan. Karena praktik kita berada di semester tujuh. Sedangkan semester delapan adalah waktu kita untuk menuntaskan karya super spektakuler kita diperkuliahan. Sebut saja dia skripsi. :)
Bahkan ada beberapa dari kami yang sudah mulai menyiapkan semua idenya. *keren banget*

Eheum..
Jangan salah, semester tujuh ini juga disebut semester galau mendewasa. Alias, sudah mulai banyak rasa terkait si "merah jambu"... hehe
Banyak banget pembicaraan dengan topik "PERNIKAHAN". Dimana-mana membicarakan. Bahkan terkadang dalam edisi-edisi apapun. (kocak)
Dan yang pasti bukan aku kalau cuma bicara tanpa mempersiapkan. *heum. :p


Seru deh pokonya.

Sampai ada edisi muterin ibukota naik bus tingkat. Edisi bicara dewasa sama temen deket (jaman putih abu-abu). Yang alhamdulillahnya, sekarang dia sudah menikah. Tepat setelah aku menyelesaikan sidang skripsiku. *Barakallah, ukhti...*

Zzz...tttt...
Balik lagi..

Entah gimana kabar hati, menjadi pendidik seolah menjadi pilihan keren yang condong dihatiku.
Hingga pada akhirnya, aku memilih tema pendidikan untuk skripsiku. Pun semua penelitian aku lakukan di Sekolah. Alhamdulillah, sesulit apapun prosesnya selalu Allah kasih jalan. Sehingga seolah banyak orang yang melihat mudah.*Terimakasih Allah...*

Pun usai wisuda, semakin banyak tawaran yang hadir dibidang yang satu ini.
Namun, entah kenapa belum ada ilmu spesifik yang linear dengan jurusanku. Sekalinya ada, lokasinya cukup jauh dan tidak mendapat izin resmi dari ortuku untuk melangkah kesana.
Menjalani yang tidak kita banget itu rasanya gimana gituh.
Selain hati tidak ada feel, semangat pun tak karuan.
Sempat menjalani dua pekan berada di amanah mendidik yang bukan aku banget. Hingga akhirnya sakit.
"Its okay, isbir Amrina. Allah will show your best way..."

Finally, disini aku berada. Bersama kalian....
Tidak disekolah, belum formal, dan semuanya terasa indah penuh syukur.
Bekerja untuk Allah akan selalu lebih nikmat daripada bekerja yang seolah dipaksakan hanya untuk materi.
Edisi bersabar, selalu membuahkan hasil berpikir yang terus-menerus.
Dan semuanya pasti indah, seperti yang Allah janjikan.

Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk terbaik untuk setiap jalan yang akan ditempuh...
Percayalah...
Akan selalu bahagia orang yang hidupnya selalu berikhtiar dan tawakal kepada Allah.

Just focus on ALLAH.
Luruskan niat, kuatkan tekad.
Untuk Allah... Untuk Allah... Untuk Allah...



#SalamCeria 
#PraktikMengajar
#SMKN50Jakarta
#WIRAUSAHA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar