Sedih banget ketika mendengar kabar kamu sakit..
Cukup sekali aku
kehilangan seorang sahabat yang benar benar dekat..
Sahabat yang sedari
kecil telah Allah pertemukan hingga akhirnya Allah ambil dia dari hidupku untuk
selamanya..
Sedih..
Sedih bukan karena
kehilangan..
Ya kehilangan pasti
kejadian yang tidak menyenangkan. Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan.
Namun bukan karena itu penyebab kesedihan utama ku..
Aku sedih saat Allah
ambil dia untuk selamanya dan aku baru menyadarinya saat dia telah diambil oleh
Allah.. Bahwa sesungguhnya dia adalah sosok sahabat yang hangat dan penuh
perhatian..
Dia selalu berusaha
menjadi yang terbaik saat bersama..
Selalu memberikan
yang terindah pada setiap peristiwa..
Selalu memberikan
warna ..
Selalu memberikan keceriaan..
Dan yang pasti kita
saling menguatkan satu sama lain disaat kita terjatuh..
Oh Allah..
Sungguh indah
persahabatan kami itu..
Tiga belas tahun kebersamaan
itu terjalin ,, persatuan hati terbentuk..
Walau tak selalu
beriringan, namun kami selalu Allah pertemukan dengan cara istimewa..
Namanya "Ervina
Putri"
Tepat pada tahun
1998 Allah pertemukan kami dibangku sekolah dasar..
Kami selalu bermain
bersama, bercanda bersama, hingga berantem bersama. Ah semua itu sungguh
teramat indah untuk dikenang.
Hingga dipenghujung
bangku sekolah dasar, kami membentuk genk kecil yang terdiri dari tiga orang..
Yah, lagi lagi hati
dan kecondongan pasti ada di salah seorang saja.
Dan dia masih
menguasai hatiku..
Kami pisah dibangku
SMP hingga SMA. Kami pisah sekolah dan kami pun beda ekskul. Pun ketika SMA.
Dia masuk SMA aku masuk SMK. Kebayang kan? Sudah beda sekolah, beda ekskul,
beda jurusan pula? Lalu apa kesamaan kami?
Allah maha besar..
Allah pertemukan
kami dalam kebersamaan karena hati kami saling terpaut..
Walau kami tak
beriringan, namun hati kami berpadu.
Kami masih sering
berhubungan. Melalui sms atau pun telp.
Seiring berjalannya
waktu dan perkembangan teknologi, kami pun dipermudah untuk saling berhubungan
melalui media sosial. Friendster hingga facebook.. terkadang kami berjalan-jalan ria, bermain,
berenang, bertamasya, belanja bareng, nonton bareng, refreshing bareng ataupun
saling bersilaturahim dari rumah ke rumah..
Aku yang berkunjung
ke rumahnya atau dia yang berkunjung ke rumahku.. Atau kami berkunjung
silaturahim ke rumah teman kami yang
lain.
Pun jika kita butuh
berbagai keperluan, kita saling berperan untuk membantu.
Oh Allah.. Indah
sekali ukhuwah kami karenaMu..
Tak pernah bisa
terlupakan, di detik detik kelulusan kami di tingkat akhir persekolahan,, kami
saling berpegangan dengan erat.. Hati kami berpadu dengan kuat.. Doa doa
melambung tinggi hingga kami Allah LULUS kan dengan hasil terbaik atas setiap
usaha yang telah kami lakukan..
Alhamdulillah..
Sujud syukur kami padaMu ya Rabb..
Lalu, lagi lagi kami
dipisahkan..
Dengan segala
kegigihannya mengikuti tes seleksi masuk perguruan tinggi negeri, dia berhasil
lolos di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat jurusan Kesehatan Masyarakat.
Dan aku,,
Aku dengan segala
usahaku, Alhamdulillah tepat di tanggal 26 Juli 2010 aku diterima kerja di PT
sumber Alfaria Trijaya Tbk. Yang lebih dikenal dengan nama Alfamart.
Juli di terima
kerja?
Yah.. Alhamdulillah
aku kerja 26 Juli 2010.
Hmph.. Tahukan kalau
perkuliahan itu mulai aktif dibulan September?
Dari Juli ke
September .. Dua bulan itu dia sering bersilaturahim ke rumahku.. Atau
terkadang aku yang bersilaturahim ke rumahnya.
"TERKADANG"
loh.. Atau bisa di sebut "JARANG" atau "JARANG BANGET"
Jujur saja, sejak
aku diterima kerja aku jadi jarang bertemu dengannya.
Lebih sibuk dengan
kerjaan ku .
Hingga akhirnya, dia
pun mencari pekerjaan untuk mengisi kekosongan waktunya sebelum masuk ke
perkuliahan.
Alhasil, kami sama
sama sibuk dan teramat jarang untuk bertemu.
Ah, jenuh sekali aku
dengan rutinitas bekerjaku..
Hingga akhirnya
Allah pertemukan kami disela sela kerjaku dan disela sela kuliahnya..
Ketika mulai aktif
kuliah, dia ngekost dan pulang seminggu sekali. Tepatnya setiap jumat. Dan hari
minggu dia berangkat lagi ke kost-annya untuk melakukan aktifitas kuliahnya
disenin harinya.
Suatu hari, ku
dengar kabarnya kecelakaan.
Namun karena
kerjaanku yang tidak bisa di tinggal, dengan hari libur yang tidak jelas.
*tidak setiap sabtu atau pun minggu
Aku pun akhirnya
tidak sempat menjenguknya.
Hingga akhirnya, aku
mendapat kabar bahwa dia Koma setelah kecelakaan..
Oh Allah...
Lagi lagi aku belum
sempat menjenguknya.
Hingga aku mendapat
kabar kembali bahwa dia semakin parah dan...
"
Rinaaa.." *sepupuku teriak mendatangiku tanpa salam disaat aku sedang
kerja.
Yah, saat itu memang
aku sebagai kasir Alfamart. Jadi seperti layaknya pelanggan, siapa pun itu bisa
masuk ke tempat kerjaku dan bisa bertegur sapa dengan siapapun ketika ingin
bertemu aku walau aku sedang bekerja.
"eiyh Lutfi..
Ada apa?" tanyaku biasa
"Vina meninggal
Rin..." jawabnya singkat.
"Hah? Vina
meninggal? Yang bener?"
"Iya Rin,
serius. Tadi Nova, temanmu, hubungi aku di facebook untuk bilang sama kamu kalo
Vina meninggal. Katanya kamu ga bisa dihubungi? Kenapa hpnya Rin?
"Innalillahi wa
innailaihi raji'un...."
Aku yang tidak bisa
berkata kata langsung bergegas memohon izin kepada penanggung jawab Alfamart
agar diberikan izin untuk dapat bertakziah ke rumah vina, sahabatku, yang telah
tiada...
Sujud syukur, kali
itu penanggung jawab dan partner kerjaku lagi baik hati banget.. Hingga
akhirnya aku diberikan izin dengan mudah untuk dapat mendatangi rumah Vinaaa...
:'(
Percaya ga sih kalau
perasaan aku saat ke rumahnya itu biasa aja. Ga sedih sedih banget.
Serius..
Perasaan aku apa
yang aku lihat seperti bukan sosok ERVINA PUTRI sahabatku.
Aku ga percaya kalau
dia telah tiada.
Aku melihat segala
prosesnya.. Dari ia dimandikan, dikafani, aku pun ikut menyolatkannya, hingga
..
Ah..
Aku tak kuasa untuk
ikut menguburnya.
Karena hari telah
malam, ba'da isya dia dikuburkan..
Ibuku yang juga
hadir itu tidak mengizinkan aku untuk ikut ke pemakamannya.
Aku pun menurutinya.
Aku pun di bawa ibuku ke rumah bude untuk menenangkan hatidan kembali ke
Alfamart untuk melanjutkan pekerjaan ku yang sempat ku tinggalkan.
Masya Allah...
Tiga hari kemudian
baru benar benar terasa dan benar benar menyadari bahwa Vina benar telah
tiada.. Vina benar benar telah dipanggil oleh sang maha kuasa.
Oh Allah.. Sahabatku
ternyata telah tiada.
Engkau telah
memanggilnya...
Aku yang sok sibuk
sadar sekali bahwa aku terlalu cuek padanya. Belum sempat aku menjenguknya ia
telah di ambil oleh yang maha kuasa.
*bukan belum sempat
sepertinya, melainkan aku yang mungkin tidak menyempatkan sedikit waktu ku
untuk menjenguknya..
Oh Allah ini sungguh
pelajaran berharga untukku...
"Jangan sok
sibuk untuk apapun yang harus diperhatikan.
Sungguh kita harus bisa membagi waktu untuk hal hal yang berguna.
Terutama bermanfaat untuk orang lain...
Terlebih ketika
kabar vina meninggal itu tidak langsung aku dapatkan.
Melainkan sepupuku
yang datang tiba tiba memberi kabar itu. handphone ku tidak aktif saat bekerja.
Ah.. Lagi lagi
kerjaan yang ku utamakan.
Aku benci...
Sejak saat itu aku
berfikir, aku harus bisa mengatur pekerjaan. Bukan pekerjaan yang mengaturku...
Kalau bisa buat
pekerjaan sendiri deh..
Yang bisa bermanfaat
untuk orang banyak, dan menghasilkan banyak hal selain uang..
*Berkah dari Allah
yang harus diutamakan...
Allah itu memang
pemberi segala hal kebaikan..
Pemberi segala yang
terbaik..
Aku sempet sakit dan
uring-uringan setelah di tinggalnya pergi..
Rasanya ingin segera
menyusulnya.
Malam demi malam
sering bertemu dengannya di alam mimpi..
Mimpi yang
menjelaskan bahwa dia ada. Dia masih hidup didunia.. Dia selalu hadir untuk
ku..
Allah...
Setelah banyak orang
yang menyadarkan aku bahwa ia benar benar telah tiada, aku pun sadar..
Bahwa...
Allah telah
mengambilnya..
Ikhlas Rina...
Ikhlas...
Berusaha
mengikhlaskan, walau tidak mudah..
Allah maha besar..
Dengan segala
rencana indahnya..
Allah pertemukan aku
dengan kamu.
Teman seperjuanganku
yang Allah pertemukan di tingkat SMK.
Memang kita tidak
terlalu dekat saat kita duduk dibangku sekolah dulu.
Ya.. Sekedar kenal
dan... Allah pertemukan sekilas sekilas..
Kita sempet satu tim
basket, kita sempet tanding class
meeting bareng, sempet satu kelompok di beberapa mata pelajaran, kita sempet
maen maen bareng, kita sempet satu bangku di acara studi tour, dan mungkin di
berbagai acara kegiatan kegiatan lainnya.
Mendadak Allah
pertemukan kita dalam situasi istimewa yang memang Allah ciptakan untuk kita
saling melengkapi.
Entah sejak kapan
jelasnya kita dekat dan bagaimana kisah awal kedekatan kita menjadi semakin
dekat..
Yang pasti aku
nyaman banget sama kamu saat ini..
Terimakasih buat
segala kebaikannya..
Segala supportnya..
Dan segala yang
terindah yang udah kamu persembahkan untuk aku.
Bersyukur sekali
Allah pertemukan aku dengan sosok seperti kamu yang rela berjuang demi
keluarga..
Yang rela
mengikhlaskan cita cita demi orang yang diperjuangkan..
Yang rela menahan segala rasa sedihnya untuk
kebahagiaan orang banyak..
Wah.. Subhanallah
banget ..
Aku bisa belajar
banyak hal dari kamu..
Kamu hebat...
Manajemen perasaanmu
dahsyat...
*super sekali..
Sungguh aku tidak
ingin kehilangan sahabat sepertimu...
Sungguh aku ingin
mempersembahkan segala yang terbaik untukmu...
Semoga Allah selalu
mempertemukan kita dalam berbagai hal kebaikan dan melindungi kita dalam
berbagai hal yang buruk.
Sungguh aku pun
sedih ..
Hatiku pilu..
Wajahku mendadak
syahdu saat mendengar kabar kamu sakit..
Sabar..
Hanya sabar yang
bisa aku ucapkan padamu..
Sungguh Allah
bersama orang orang yang sabar..
Karena sesungguhnya
orang yang sabar akan mencapai kemenangan..
Namun perlu diingat,
Sabar tidak diam.. Sabar tetap selalu berdoa, mendekatkan diri pada Allah..
Dan yang pasti tetap
berusaha untuk sembuh.
Tetap berusaha untuk
tidak mendzalimi diri mu sendiri.
Jaga pola makan,
jaga pola istirahat, jaga pikiran, jaga hati, jaga segala hal yang seharusnya
tidak dilakukan.
Doaku untukmu sob...
Kabari aku kala
dirimu dirundung suka maupun duka..
*i love you because
Allah... :*
Amrina & Aini
~2 September 2013~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar