Rabu, 04 September 2013

Doaku untukmu sob


Sedih  banget ketika mendengar kabar kamu sakit..

Cukup sekali aku kehilangan seorang sahabat yang benar benar dekat..

Sahabat yang sedari kecil telah Allah pertemukan hingga akhirnya Allah ambil dia dari hidupku untuk selamanya..

Sedih..

Sedih bukan karena kehilangan..

Ya kehilangan pasti kejadian yang tidak menyenangkan. Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Namun bukan karena itu penyebab kesedihan utama ku..

Aku sedih saat Allah ambil dia untuk selamanya dan aku baru menyadarinya saat dia telah diambil oleh Allah.. Bahwa sesungguhnya dia adalah sosok sahabat yang hangat dan penuh perhatian..

Dia selalu berusaha menjadi yang terbaik saat bersama..

Selalu memberikan yang terindah pada setiap peristiwa..

Selalu memberikan warna  ..

Selalu  memberikan keceriaan..

Dan yang pasti kita saling menguatkan satu sama lain disaat kita terjatuh..

Oh Allah..

Sungguh indah persahabatan kami itu..

Tiga belas tahun kebersamaan itu terjalin ,, persatuan hati terbentuk..

Walau tak selalu beriringan, namun kami selalu Allah pertemukan dengan cara istimewa..


Namanya "Ervina Putri"

Tepat pada tahun 1998 Allah pertemukan kami dibangku sekolah dasar..

Kami selalu bermain bersama, bercanda bersama, hingga berantem bersama. Ah semua itu sungguh teramat indah untuk dikenang.

Hingga dipenghujung bangku sekolah dasar, kami membentuk genk kecil yang terdiri dari tiga orang..

Yah, lagi lagi hati dan kecondongan pasti ada di salah seorang saja.

Dan dia masih menguasai hatiku..



Kami pisah dibangku SMP hingga SMA. Kami pisah sekolah dan kami pun beda ekskul. Pun ketika SMA. Dia masuk SMA aku masuk SMK. Kebayang kan? Sudah beda sekolah, beda ekskul, beda jurusan pula? Lalu apa kesamaan kami?

Allah maha besar..

Allah pertemukan kami dalam kebersamaan karena hati kami saling terpaut..

Walau kami tak beriringan, namun hati kami berpadu.

Kami masih sering berhubungan. Melalui sms atau pun telp.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, kami pun dipermudah untuk saling berhubungan melalui media sosial. Friendster hingga facebook..  terkadang kami berjalan-jalan ria, bermain, berenang, bertamasya, belanja bareng, nonton bareng, refreshing bareng ataupun saling bersilaturahim dari rumah ke rumah..

Aku yang berkunjung ke rumahnya atau dia yang berkunjung ke rumahku.. Atau kami berkunjung silaturahim ke   rumah teman kami yang lain.

Pun jika kita butuh berbagai keperluan, kita saling berperan untuk membantu.

Oh Allah.. Indah sekali ukhuwah kami karenaMu..



Tak pernah bisa terlupakan, di detik detik kelulusan kami di tingkat akhir persekolahan,, kami saling berpegangan dengan erat.. Hati kami berpadu dengan kuat.. Doa doa melambung tinggi hingga kami Allah LULUS kan dengan hasil terbaik atas setiap usaha yang telah kami lakukan..

Alhamdulillah.. Sujud syukur kami padaMu ya Rabb..



Lalu, lagi lagi kami dipisahkan..

Dengan segala kegigihannya mengikuti tes seleksi masuk perguruan tinggi negeri, dia berhasil lolos di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat jurusan Kesehatan Masyarakat.

Dan aku,,

Aku dengan segala usahaku, Alhamdulillah tepat di tanggal 26 Juli 2010 aku diterima kerja di PT sumber Alfaria Trijaya Tbk. Yang lebih dikenal dengan nama Alfamart.



Juli di terima kerja?

Yah.. Alhamdulillah aku kerja 26 Juli 2010.

Hmph.. Tahukan kalau perkuliahan itu mulai aktif dibulan September?

Dari Juli ke September .. Dua bulan itu dia sering bersilaturahim ke rumahku.. Atau terkadang aku yang bersilaturahim ke rumahnya.

"TERKADANG" loh.. Atau bisa di sebut "JARANG" atau "JARANG BANGET"

Jujur saja, sejak aku diterima kerja aku jadi jarang bertemu dengannya.

Lebih sibuk dengan kerjaan ku .

Hingga akhirnya, dia pun mencari pekerjaan untuk mengisi kekosongan waktunya sebelum masuk ke perkuliahan.

Alhasil, kami sama sama sibuk dan teramat jarang untuk bertemu.



Ah, jenuh sekali aku dengan rutinitas bekerjaku..

Hingga akhirnya Allah pertemukan kami disela sela kerjaku dan disela sela kuliahnya..

Ketika mulai aktif kuliah, dia ngekost dan pulang seminggu sekali. Tepatnya setiap jumat. Dan hari minggu dia berangkat lagi ke kost-annya untuk melakukan aktifitas kuliahnya disenin harinya.



Suatu hari, ku dengar kabarnya kecelakaan.

Namun karena kerjaanku yang tidak bisa di tinggal, dengan hari libur yang tidak jelas. *tidak setiap sabtu atau pun minggu

Aku pun akhirnya tidak sempat menjenguknya.

Hingga akhirnya, aku mendapat kabar bahwa dia Koma setelah kecelakaan..

Oh Allah...

Lagi lagi aku belum sempat menjenguknya.

Hingga aku mendapat kabar kembali bahwa dia semakin parah dan...



" Rinaaa.." *sepupuku teriak mendatangiku tanpa salam disaat aku sedang kerja.

Yah, saat itu memang aku sebagai kasir Alfamart. Jadi seperti layaknya pelanggan, siapa pun itu bisa masuk ke tempat kerjaku dan bisa bertegur sapa dengan siapapun ketika ingin bertemu aku walau aku sedang bekerja.



"eiyh Lutfi.. Ada apa?" tanyaku biasa



"Vina meninggal Rin..." jawabnya singkat.



"Hah? Vina meninggal? Yang bener?"



"Iya Rin, serius. Tadi Nova, temanmu, hubungi aku di facebook untuk bilang sama kamu kalo Vina meninggal. Katanya kamu ga bisa dihubungi? Kenapa hpnya Rin?



"Innalillahi wa innailaihi raji'un...."



Aku yang tidak bisa berkata kata langsung bergegas memohon izin kepada penanggung jawab Alfamart agar diberikan izin untuk dapat bertakziah ke rumah vina, sahabatku, yang telah tiada...

Sujud syukur, kali itu penanggung jawab dan partner kerjaku lagi baik hati banget.. Hingga akhirnya aku diberikan izin dengan mudah untuk dapat mendatangi rumah Vinaaa... :'(



Percaya ga sih kalau perasaan aku saat ke rumahnya itu biasa aja. Ga sedih sedih banget.

Serius..

Perasaan aku apa yang aku lihat seperti bukan sosok ERVINA PUTRI sahabatku.

Aku ga percaya kalau dia telah tiada.



Aku melihat segala prosesnya.. Dari ia dimandikan, dikafani, aku pun ikut menyolatkannya, hingga ..

Ah..

Aku tak kuasa untuk ikut menguburnya.

Karena hari telah malam, ba'da isya dia dikuburkan..

Ibuku yang juga hadir itu tidak mengizinkan aku untuk ikut ke pemakamannya.

Aku pun menurutinya. Aku pun di bawa ibuku ke rumah bude untuk menenangkan hatidan kembali ke Alfamart untuk melanjutkan pekerjaan ku yang sempat ku tinggalkan.



Masya Allah...

Tiga hari kemudian baru benar benar terasa dan benar benar menyadari bahwa Vina benar telah tiada.. Vina benar benar telah dipanggil oleh sang maha kuasa.

Oh Allah.. Sahabatku ternyata telah tiada.

Engkau telah memanggilnya...

Aku yang sok sibuk sadar sekali bahwa aku terlalu cuek padanya. Belum sempat aku menjenguknya ia telah di ambil oleh yang maha kuasa.

*bukan belum sempat sepertinya, melainkan aku yang mungkin tidak menyempatkan sedikit waktu ku untuk menjenguknya..

Oh Allah ini sungguh pelajaran berharga  untukku...

"Jangan sok sibuk untuk apapun yang harus diperhatikan.  Sungguh kita harus bisa membagi waktu untuk hal hal yang berguna. Terutama bermanfaat untuk orang lain...



Terlebih ketika kabar vina meninggal itu tidak langsung aku dapatkan.

Melainkan sepupuku yang datang tiba tiba memberi kabar itu. handphone ku tidak aktif saat bekerja.

Ah.. Lagi lagi kerjaan yang ku utamakan.

Aku benci...

Sejak saat itu aku berfikir, aku harus bisa mengatur pekerjaan. Bukan pekerjaan yang mengaturku...

Kalau bisa buat pekerjaan sendiri deh..

Yang bisa bermanfaat untuk orang banyak, dan menghasilkan banyak hal selain uang..

*Berkah dari Allah yang harus diutamakan...



Allah itu memang pemberi segala hal kebaikan..

Pemberi segala yang terbaik..

Aku sempet sakit dan uring-uringan setelah di tinggalnya pergi..

Rasanya ingin segera menyusulnya.

Malam demi malam sering bertemu dengannya di alam mimpi..

Mimpi yang menjelaskan bahwa dia ada. Dia masih hidup didunia.. Dia selalu hadir untuk ku..

Allah...

Setelah banyak orang yang menyadarkan aku bahwa ia benar benar telah tiada, aku pun sadar..

Bahwa...

Allah telah mengambilnya..



Ikhlas Rina... Ikhlas...

Berusaha mengikhlaskan, walau tidak mudah..



Allah maha besar..

Dengan segala rencana indahnya..

Allah pertemukan aku dengan kamu.

Teman seperjuanganku yang Allah pertemukan di tingkat SMK.

Memang kita tidak terlalu dekat saat kita duduk dibangku sekolah dulu.

Ya.. Sekedar kenal dan... Allah pertemukan sekilas sekilas..

Kita sempet satu tim basket, kita sempet tanding  class meeting bareng, sempet satu kelompok di beberapa mata pelajaran, kita sempet maen maen bareng, kita sempet satu bangku di acara studi tour, dan mungkin di berbagai acara kegiatan kegiatan lainnya.



Mendadak Allah pertemukan kita dalam situasi istimewa yang memang Allah ciptakan untuk kita saling melengkapi.

Entah sejak kapan jelasnya kita dekat dan bagaimana kisah awal kedekatan kita menjadi semakin dekat..

Yang pasti aku nyaman banget sama kamu saat ini..

Terimakasih buat segala kebaikannya..

Segala supportnya..

Dan segala yang terindah yang udah kamu persembahkan untuk aku.

Bersyukur sekali Allah pertemukan aku dengan sosok seperti kamu yang rela berjuang demi keluarga..

Yang rela mengikhlaskan cita cita demi orang yang diperjuangkan..

Yang  rela menahan segala rasa sedihnya untuk kebahagiaan orang banyak..

Wah.. Subhanallah banget ..

Aku bisa belajar banyak hal dari kamu..

Kamu hebat...

Manajemen perasaanmu dahsyat...

*super sekali..



Sungguh aku tidak ingin kehilangan sahabat sepertimu...

Sungguh aku ingin mempersembahkan segala yang terbaik untukmu...

Semoga Allah selalu mempertemukan kita dalam berbagai hal kebaikan dan melindungi kita dalam berbagai hal yang buruk.



Sungguh aku pun sedih ..

Hatiku pilu..

Wajahku mendadak syahdu saat mendengar kabar kamu sakit..



Sabar..

Hanya sabar yang bisa aku ucapkan padamu..

Sungguh Allah bersama orang orang yang sabar..

Karena sesungguhnya orang yang sabar akan mencapai kemenangan..



Namun perlu diingat, Sabar tidak diam.. Sabar tetap selalu berdoa, mendekatkan diri pada Allah..

Dan yang pasti tetap berusaha untuk sembuh.

Tetap berusaha untuk tidak mendzalimi diri mu sendiri.

Jaga pola makan, jaga pola istirahat, jaga pikiran, jaga hati, jaga segala hal yang seharusnya tidak dilakukan.



Doaku untukmu sob...

Kabari aku kala dirimu dirundung suka maupun duka..

*i love you because Allah... :*





Amrina & Aini

~2 September 2013~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar