Sabtu, 09 April 2016

Bicaralah Jujur Pada Diri dan Hatimu


Pernahkah merasa terpenjara akan rutinitas?
Pernahkah merasa jemu dengan kehidupan?
Pernahkah merasa sok sibuk dengan aktivitas kebaikan namun ternyata hati begitu hampa?

Innalillahi....
Jika pernah, maka istigfarlah sebanyak-banyaknya.
Berwudhulah, sholat, lalu perbanyaklah istikharah.

Silahkan bermunajat kepada Allah dengan hati selapang-lapangnya...
Merenunglah, damaikan hati dan pikiran sejernih-jernihnya.
Jujurlah pada Allah dan jujurlah pada diri kita sendiri.


Terkadang terlalu banyak dusta melekat pada diri.
Terlalu banyak tuntutan ketidakikhlasan hati pada rencana Sang Maha Tinggi.
Hey, sadarilah wahai diri!
Siapa kita yang berani mengatur sedemikian rupa rencana kita, tanpa memasrahkan segala hal yang menjadi hak priogratif Sang Illahi....?

Turunkan ego.
Berpasrahlah.
Serahkan pada DIA.
SEMUANYA.
Tanpa terkecuali.

Lihatlah diri kita.
Siapakah yang berhak menguasai keseluruhan dari diri kita selain DIA?
Sungguh tidak ada.
Maka, berbicaralah pada diri kita dengan jujur.
Dan bicaralah pada DIA tentang banyak hal harus kita bicarakan denganNya.
Lalu bacalah petunjuk-Nya kemana kita harus melangkah.
Tanpa memaksa apapun keinginan kita.
Dan tanpa menentang apapun yang menjadi kehendakNya pada jalan hidup kita.

***
Seperti sharing dari seorang teman dekat yang tiba-tiba Allah pertemukan kita di mesjid kampus kemarin sore.
"Amrina...."
Dia memanggilku dan memelukku erat, menangis, lalu bercerita...

Bahwa,
Ia menghadapi situasi terhimpit berbagai masalah, yang sebenarnya dia tau kalau dia harus menyelesaikan masalah itu sesegera mungkin. Namun ia seolah lari dan tidak bisa menghadapi kenyataan, lalu menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan positif di kampus.
Kegiatan tersebut yang kalau kita lihat dari kacamata apapun, pasti bernilai baik bahkan sangat baik.
Namun, kalau kita lihat dari sisi lain maka sungguh tidak ada sisi positif sama sekali jika tidak diimbangi dengan penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.
Karena apa?
Karena masalah hadir untuk menguatkan kita.
Masalah hadir untuk menguji daya tahan diri kita dan keimanan kita.
Masalah hadir untuk kita pelajari dan kita selesaikan.
dan yang pasti,
Masalah tidak untuk dihindari.

Maka selesaikanlah setiap urusan kita dan bersyukurlah dalam segala kondisi...

Alhamdulillah, seusai pertemuan kita, dia berangkat ke lokasi inti.
Dimana dilokasi itulah, dia bersinergi dengan seseorang untuk menyelesaikan setiap masalah inti yang sedang dihadapinya.
Semoga Allah hadirkan titik terang untuk setiap permasalahan yang menghadang...
Aamiin..

***
Pun satu kisah lagi yang ku temui hari ini...

Ada seseorang yang jujur tentang perasaannya yang jemu dengan rutinitas tanpa menghadirkan Allah dalam setiap aktivitasnya.
Naudzubillah..
Wa Alhamdulillah kini sadar.

Dia bercerita, pernah ia melakukan aktivitas full time untuk kebaikan.
Tapi setelah itu ia lelah. Jemu. Bahkan menangis setelah melakukan berbagai aktivitas-aktivitas kebaikan tersebut.Yang ternyata setelah disadari, hati terlalu menggebu ingin melakukan ini dan itu agar terlihat baik namun dibalik itu ada hasrat untuk menutupi sesuatu. Sehingga, rasa lelah dan bosan tingkat akut  datang menghampiri. Astagfirullah....

***
Yuk kita perbaiki diri.
Luruskan seluruh niat dihati.
Karena sejatinya SETAN selalu hadir menghampiri.
*Innalillahi...

Astagfirullahal adziiim....

Merenunglah sejenak.
Bermuhasabahlah.
Tela'ahlah segala niat atas segala hal yang telah, sedang, atau akan kita lakukan.
Fokuskan segala tujuan kita hanya untuk Allah.
Pasrahkan segalaNya.
Ingatlah akan kepastian janji-Nya...

Rajinlah berbicara jujur pada diri dan hatimu...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar