"Cie.. Amrina sekarang jadi anak gunung..."
Ledek salah seorang kakak yang saat ini nan jauh disana. ujung pulau di Indonesia. efek dibopong suaminya seusai menikah. Seketika ledekannya itu sesuatu banget. Terngiang sampai pikiran ini kembali menjelajah ke masa lalu.
Anak gunung?
Plis deh.
Amrina bukan anak gunung.
Aku bukan pecinta hiking, aku pecinta travelling.
Dan semoga next aku bisa travelling sama kamu.
yes, kamu yang nantinya jadi imam dalam hidup aku.
*ups. ini doa mendalam. hehe~
Naik gunung itu berawal dari nonton film 5Cm pada tahun 2012.
Lagi ngehits banget itu film. sampai aku pun tak ketinggalan baca novelnya.
Niat banget ya buat tahu tentang 5cm itu. hehe...
dan rasanya.. Wah, masuk banget ke jiwa aku deh itu cerita.
Yang tetiba inget sama kisah hati bahagia banget saat ada sesi belajar di alam saat di SDIT.
Nama kegiatannya, tadabur alam. Dibina sama kaka kaka kepanduan super tangguh looohhh...
*wooooooowww mau diulang dong kakaaaa...
Hah? sekolah dasar udah naik gunung?
Iya dong. Pengalaman MAHAL. Alhamdulillah aku naik gunung pertama kali, ke Situ Gunung, Sukabumi, Jawa Barat. Saat kelas 3 SD bersama ibu dan adikku. kocak banget ya, orang tua ikut segala. Jadi acaranya di Villa, ketika edisi petualangan, semua murid seharian penuh naik gunung, dan orang tua tetap di Villa.
Masya Allah banget petualangan di Situ Gunung, tracknya terjal, persiapan masuk hutannya juga mantap. pokonya seluruh badan full ketutup kecuali muka. untuk melindungi dari bahaya binatang-binatang disana.
serangga-serangga, lintah, dan lain-lain. ya binatang begitulah ya pokonya, bukan bianatang buas.
Udah gitu, perjalanannya, enggak ada yang bener, pokonya gitu deh. becek, licin, berliku, nanjak, bahkan banyak yang harus dilalui pakai bantuan tali tambang besar-besar. Setiap posnya menantang adrenalin. belum lagi ada hafalan dan lain-lain. Top deh. Suka suka suka.
Outboundnya juga seru. Hingga aku masuk ke majalah sekolah loh. hehe...
selain itu, kelas 2SD aku juga ikut persami, di Bumi Perkemahan Cibubur bersama bapakku. namanya juga anak-anak. persami ditemenin orang tua. hehe...
anggota termuda loh, bersama seorang temanku. yang lainnya kaka kelas. Alhamdulillah belajar mandiri banget. karena bapak ternyata ikut tapi edisi bukan ngurusin anaknya, melainkan jalan-jalan sendiri. *ups, maksudnya anaknya bener-bener dipantau mandiri. hikmahnya banyak banget. jadi anaknya yang satu ini enggak gampang manja. tapi berusaha "manjada wa jadda..." ^_^
itu pengalaman di SD, kalau di SMP beda lagi.
aku sekolah edisi putih biru di Mts. emang dasar suka main di alam, jadi anak pramuka. ikut jambore dari kelas satu dan dua. kelas tiga juga ikut, jadi dewan pengawas di penggalang.
entahlah apa namanya, lupa. yang pasti semua kegiatan di ikutin.
Nah, kalau di jaman putih abu-abu, lenyap dari petualangan alam. karena sudah bukan jadi anak pramuka. baru sadar ketika masuk tingkat SMK, aku sembilan tahun aktif di ekstrakurikuler pramuka dari jaman SD, eh di SMK enggak ada pramuka. dan entah kenapa kecemplunglah di rohis....
lalu di SMK sepertinya lebih banyak menghabiskan waktu untuk travelling. seperti, kunjungan musium, kunjungan observasi kantor, observasi urusan tugas-tugas di jurusan, dan lain-lain. aku pun menikmatinya.
***
kembali lagi ke nuansa 2012 tentang film 5cm yang membuatku ingin mendaki gunung yang sesungguhnya.
tiba-tiba berdoa, "Ya Allah semoga selama kuliah bisa merasakan bagaimana rasanya naik gunung minimal satu kali."
Alhamdulillah, tepat di tahun 2014, aku melakukan pendakian ke puncak gunung Gede Pangrango, Jawa Barat bersama Youthcare Indonesia. Indahnya mendaki 8-9 jam ke surya kencana, lalu meneruskannya kembali kepuncak, kurang lebih 2 jam pendakian sampai ke puncaknya.
Apa rasanya setelah melakukan pendakian ke gunung sungguhan?
Walaupun sebelumnya belum pernah juga si mendaki ke gunung mainan. hehe...
yang pasti merasa bersyukur, sadar kalau diri ini kecil tiada berdaya, dan semakin mencintaiNya setelah melihat semua kebesaranNya.
plus, kayanya enggak mau naik gunung lagi deh.
karena ----- melelahkan.
yeah. sangat sangat sangat melelahkan.
tapi banyak sensasi yang istimewa saat naik gunung. yaitu, pelajaran menjaga semangat, menguatkan tekad, mengelola rasa, mengatur ego, menciptakan rasa indah dibalik masa sulit. lalu semua itu terbayar ketika kita sampain dipuncak gunung - ketika kita melihat semua pemandangan indah, alami, dan maha dahsyat ciptaanNya.
AllahuAkbar....................................
hingga akhirnya,
di tengah mengerjakan skripsi, aku kembali mendaki pada awal April 2016 ke puncak gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat. bersama tim ODOJ Bekasi. Edisi Milad ODOJ Bekasi yang ke-2.
Alhamdulillah..
seketika semangat mengerjakan skripsi kembali terjaga. Maha Dahsyat Allah, tiga-empat hari setelah turun dari pendakian, aku mendapatkan ACC maju seminar proposal.
Satu langkah - pintu menuju sidang skripsi terbuka.
#LoveYouAllah.
Semoga Allah jaga terus semangat, tekad, dan suasana hati dalam setiap langkah ini. aamiin~
Sabar ya beach...
Mudah-mudahan setelah skripsi bisa bertemu kamu...
Aamiin..
Oia, next trip pengen banget bisa sampai Gunung Bromo.
Semoga bisa terwujud. Aamiin~








Tidak ada komentar:
Posting Komentar